Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Suasana di Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina Tarempa mendadak panik, Senin (13/10), ketika seorang murid terjebak dengan kepala tersangkut di sela-sela kursi saat bermain di dalam kelas.
Anak tersebut langsung menangis kesakitan, membuat para guru bergegas menolong. Namun, upaya mereka tak berhasil. Kepala sang anak tetap terjepit rapat di antara besi kursi.
Tak ingin mengambil risiko, guru kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Anambas untuk meminta bantuan. Tak lama, tim Damkar tiba di lokasi dengan membawa peralatan lengkap.
Sekretaris Damkar Anambas, Matari Hasibuan, menjelaskan, peristiwa itu terjadi murni karena kelalaian anak-anak saat bermain.
Mereka sedang bercanda di kelas hingga tanpa sadar kepala salah satu murid masuk ke sela kursi,” katanya.
Ketika petugas tiba, kondisi anak sudah tampak gelisah dan menangis karena lehernya terjepit. “Kami langsung ambil tindakan cepat. Dengan martil dan obeng, kami bongkar bagian kursi secara hati-hati agar anak tidak terluka,” ujarnya.
Sekitar 15 menit kemudian, kepala sang anak akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat. Tidak ada luka serius, hanya sedikit kemerahan di bagian leher.
Matari mengapresiasi guru-guru TK Pembina yang sigap melapor ke petugas tanpa panik berlebihan.
“Tindakan cepat dari pihak sekolah sangat membantu kami agar evakuasi bisa dilakukan tepat waktu,” ucapnya.
Setelah dievakuasi, anak tersebut langsung diperiksa oleh guru dan orang tuanya yang segera datang ke sekolah. Setelah dipastikan aman, anak pun kembali tenang.
Matari mengimbau sekolah dan orang tua agar lebih waspada terhadap fasilitas bermain anak.
“Pastikan kursi, meja, atau mainan tidak memiliki celah sempit yang bisa menjepit kepala atau anggota tubuh. Keselamatan anak harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Damkar bukan hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan non-kebakaran seperti kejadian ini. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO