Buka konten ini

BATAM (BP) – Usai bentrokan antara dua kelompok driver online, ADOB dan Komando, di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10), Polresta Barelang memfasilitasi pertemuan damai antara kedua komunitas tersebut. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Forum tersebut menjadi wadah penting bagi kedua pihak untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi, sekaligus menurunkan tensi pascainsiden yang sempat memicu keresahan masyarakat.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Batam. Ia langsung berkoordinasi dengan para ketua komunitas begitu mendengar adanya keributan di lapangan.
“Kami menyesali kejadian ini dan berharap tidak terulang. Polresta Barelang akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional demi kepastian hukum bagi para korban,” ujar Zaenal, Senin (13/10).
Kapolresta juga mengimbau agar seluruh anggota komunitas lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan turut menciptakan opini positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian menyampaikan bahwa pihaknya masih berada pada tahap awal penyelidikan terkait bentrokan yang terjadi dini hari tersebut.
“Termasuk nantinya akan memeriksa saksi untuk dimintai keterangan, serta mengumpulkan bukti dari hasil olah TKP kemarin,” katanya.
Ketua ADOB, Djefri Rajab, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang sempat mengganggu kenyamanan warga Batam. “Kami menyesalkan kejadian tersebut dan berharap bisa mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan dari Komando,” ucapnya.
Senada, Ketua Komando, Feryandi Tarigan, mengapresiasi langkah cepat kepolisian serta menyerukan pentingnya persatuan antar-driver online.
“Kami berharap seluruh driver di Batam bisa bersatu dan tidak mudah terprovokasi. Kami berterima kasih kepada Polresta Barelang yang telah bertindak cepat menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Perwakilan komunitas lainnya juga mengingatkan para anggota agar tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial. Mereka sepakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) Batam agar tetap aman dan terkendali.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati beberapa langkah strategis. Polresta Barelang akan melanjutkan penyelidikan terhadap kasus bentrokan untuk memberikan kepastian hukum. Kedua komunitas juga akan membuat surat pernyataan damai serta video klarifikasi bersama sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian.
Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara dua kelompok pengemudi ojek daring, ADOB (Aliansi Driver Online Batam) dan Komando (Komunitas Andalan Driver Online), pecah di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10) dini hari. Insiden tersebut diduga dipicu oleh provokasi pihak ketiga. Kasus ini kini ditangani kepolisian.
Ketua ADOB Batam, Defrizal, menegaskan bahwa sebenarnya kedua pihak sudah mencapai kesepakatan damai sebelum bentrokan terjadi. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti munculnya keributan di lokasi tersebut.
“Soal keributan itu, sebenarnya para pengurus kedua pihak sudah berada di Polresta Barelang dan sudah sepakat damai. Kami tidak tahu siapa pemantiknya di lapangan karena perdamaian itu sudah ada. Mungkin karena isu-isu di media sosial yang memancing emosi,” ujar Defrizal.
Menurutnya, kerusakan akibat bentrokan hanya terjadi pada kendaraan roda dua dan roda empat yang kini telah diamankan di Polsek Lubukbaja. “Yang saya tahu, kendaraan yang rusak sudah dibawa ke Polsek Lubukbaja. Soal siapa yang memicu, biar pihak kepolisian yang melakukan investigasi lebih lanjut,” tambahnya.
Ketua Umum Komando Batam, Feryandi Tarigan, mengungkapkan bahwa tawuran tersebut dipicu oleh pernyataan salah satu pembina ADOB bernama Def di akun TikTok miliknya. Dalam unggahan itu, Def menyebut “driver online bodoh dan tolol”, yang kemudian menimbulkan reaksi keras dari komunitas lainnya.
“Kami hanya ingin menanyakan maksud dari ucapannya. Tapi dia menyangkal dan berdalih itu bukan provokasi, melainkan penyemangat. Namun karena ucapannya sudah tersebar, banyak yang tersinggung, dan itu mencederai martabat driver online se-Kota Batam,” ujar Feryandi kepada Batam Pos. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : RYAN AGUNG