Buka konten ini

PERANG antara Rusia dan Ukraina kembali memanas. Pesawat nirawak (drone) Ukraina dilaporkan menyerang kilang minyak Bashneft di Kota Ufa, sekitar 1.400 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan itu memicu ledakan besar dan kebakaran di fasilitas milik Rusia tersebut.
“Ini adalah serangan mendalam ketiga yang dilakukan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di wilayah Bashkortostan dalam sebulan terakhir,” ujar seorang sumber di SBU, dikutip dari Reuters, Senin (13/10).
Serangan ini menjadi sinyal tegas dari Ukraina bahwa tidak ada tempat aman di Rusia, bahkan di wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari garis depan.
Sementara itu, Rusia membalas dengan serangan udara di berbagai wilayah Ukraina. Sedikitnya lima orang tewas, termasuk dua korban yang berada di dalam gereja di Kostyantynivka. Serangan tersebut juga memutus aliran listrik di sejumlah wilayah Odesa.
Militer Ukraina menyebut berhasil menembak jatuh 54 dari 78 drone Rusia yang diluncurkan semalam. Sebaliknya, Rusia mengklaim telah menembak jatuh 42 drone Ukraina yang menyerang wilayahnya.
Zelensky Desak Trump Jatuhkan Sanksi
Di tengah ketegangan itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih membeli minyak dari Rusia.
Desakan tersebut disampaikan Zelensky dalam pembicaraan tentang penguatan pertahanan dan sektor energi Ukraina di tengah perang yang terus berkecamuk.
“Sanksi, tarif, dan tindakan bersama terhadap para pembeli minyak Rusia harus tetap dipertimbangkan,” tulis Zelensky di akun media sosialnya, dikutip dari The Guardian.
Menurutnya, pembicaraan dengan Trump mencakup rencana peningkatan sistem pertahanan udara, ketahanan nasional, hingga kemampuan serangan jarak jauh. Diskusi itu juga menyinggung kerja sama di sektor energi yang disebutnya menjadi bagian penting strategi Ukraina menghadapi agresi Moskow.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari percakapan sebelumnya pada Sabtu (11/10). Keduanya disebut telah menyepakati sejumlah topik yang kemudian dibahas lebih dalam pada Minggu (12/10).
Trump Ancam Rusia
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan dukungan kuat bagi Ukraina dan mengancam akan mengirim rudal Tomahawk jika Rusia tidak segera menghentikan serangan.
Rudal Tomahawk memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer, yang berarti Moskow bisa masuk dalam jangkauan tembak Ukraina jika senjata itu benar-benar dikirim.
“Saya mungkin akan memberi tahu mereka, jika perang ini tidak juga terselesaikan, maka kami mungkin akan melakukannya,” ujar Trump. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO