Buka konten ini

BINTAN (BP) – SD Calisa di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, memutuskan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun ini. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran terkait waktu pendistribusian, kualitas gizi makanan, serta higienitas dan sanitasi penyajian.
Pendiri SD Calisa sekaligus Ketua Pembina Yayasan Cahaya Kemuliaan Bangsa, dr. Horas Agustian L. Tobing, mengatakan, pihaknya sudah mempelajari laporan dari sekolah lain yang menerima program MBG. Dari laporan itu, mereka menilai proses makan bergizi gratis membutuhkan banyak waktu, sehingga berpotensi mengganggu jadwal belajar siswa.
“Kita melihat begitu banyak waktu yang terbuang, sehingga kami ragu menerimanya karena dapat mengganggu jadwal belajar siswa,” ujar dr. Horas saat ditemui di sekolah, Jumat (10/10).
Selain itu, pihak yayasan juga mempertanyakan kualitas gizi makanan serta tata kelola higienis dan sanitasi.
“Apakah kami diizinkan melihat bagaimana makanan disajikan? Apakah pengelolaan sudah memenuhi standar kesehatan? Kejadian keracunan sebelumnya kemungkinan terjadi karena ada hal yang diabaikan,” tambahnya.
Dr. Horas menegaskan, pihaknya menunda pelaksanaan program MBG dan baru akan mempertimbangkan untuk bergabung pada tahun depan setelah mendapatkan penjelasan lebih lengkap.
“Kalau tidak ada penjelasan, dengan berat hati kami menolak daripada menghadapi risiko yang tidak bisa diperkirakan,” katanya.
Ketua SPPG Bintan Utara, Ego Aditya Maolana, membenarkan penolakan sementara oleh pihak yayasan. Menurutnya, keputusan ini diambil karena pihak sekolah membutuhkan waktu untuk mengkaji program MBG secara lebih mendalam sebelum memutuskan bergabung.
“Mereka perlu waktu untuk menelaah program ini lebih dalam, jadi untuk sementara belum dapat mengikuti program makan bergizi gratis,” jelas Ego. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO