Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Sejumlah warga di Kecamatan Sagulung mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sepanjang Jumat (10/9). Sejak pagi, pasokan air dari jaringan utama tak mengalir seperti biasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan berdampak pada persiapan salat Jumat di beberapa masjid.
Nurcholis, pengurus salah satu masjid di Kelurahan Sungai Langkai, mengaku kewalahan melayani jemaah yang hendak berwudu.
“Air mati dari pagi. Kami terpaksa mencari air dengan ember dan galon untuk kebutuhan jemaah. Cukup repot, apalagi menjelang salat Jumat,” ujarnya.
Tak hanya rumah ibadah, warga perumahan juga merasakan dampaknya. Narti, warga Perumahan Puteri Hijau, mengatakan kesulitan air bersih membuat aktivitas rumah tangganya terganggu.
“Sejak pagi air tak keluar. Mau cuci piring dan pakaian jadi tertunda semua. Siang makin susah karena stok air di toren juga habis,” keluhnya.
Gangguan yang terjadi tanpa pemberitahuan lebih awal itu menimbulkan keresahan di kalangan warga. Banyak yang baru mengetahui penyebabnya setelah melihat informasi resmi dari Air Batam Hilir (ABH) di media sosial. Warga berharap ke depan pihak pengelola lebih cepat memberi informasi agar masyarakat bisa bersiap lebih awal.
Dalam keterangan resminya, ABH menjelaskan gangguan disebabkan oleh pekerjaan perbaikan kebocoran pipa berdiameter 800 milimeter (DN 800 mm) di depan Top 100 Tembesi.
“Saat ini (kemarin) sedang dilakukan proses perbaikan,” tulis pernyataan resmi ABH.
ABH menyebut, pekerjaan tersebut berdampak pada gangguan suplai air minum berupa tekanan air kecil hingga terhenti sementara waktu. Wilayah terdampak meliputi Tembesi, Barelang, Sentosa Perdana (SP), Taman Lestari, Aviari, Puskopkar, Kavling Baru, Sei Lekop, dan sekitarnya.
Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, mengatakan perbaikan kebocoran pipa telah rampung pada Jumat siang.
“Pekerjaan sudah selesai dan saat ini (kemarin sore) masih dalam tahap menormalkan aliran air ke seluruh wilayah terdampak. Proses normalisasi tekanan berlangsung bertahap,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi selama proses normalisasi, ABH menyiagakan mobil tangki air bersih untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan hingga 1×24 jam. Warga dapat berkoordinasi melalui RT, RW, atau kelurahan setempat, lalu melapor ke saluran resmi layanan pelanggan ABH.
Warga berharap pasokan air segera kembali lancar agar aktivitas rumah tangga dan ibadah dapat berjalan normal kembali. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK