Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pemerintah bergerak cepat menanggapi kasus cemaran radioaktif cesium di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memastikan, mulai Sabtu (11/10), tim gabungan TNI dan Polri akan diterjunkan untuk mempercepat proses dekontaminasi.
Sebanyak 300 personel dikerahkan dari Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) TNI AD serta Gegana Polri, masing-masing berjumlah 150 personel. Tim akan bekerja di 10 titik lokasi yang terdeteksi memancarkan radioaktif dengan intensitas berbeda-beda.
“Detasemen Zeni Nubika dari TNI AD ada sekitar 150 orang, dan dari Gegana Polri juga 150 orang. Mereka sudah bersiap dan mulai turun besok,” kata Hanif di Jakarta, Jumat (10/10).
Hanif mengatakan, seluruh proses dekontaminasi akan dilakukan secara serentak di sepuluh titik tersebut. “Kami skenariokan tidak dilakukan secara bertahap, tetapi langsung sepuluh titik sekaligus,” ujarnya.
Seluruh prosedur pembersihan radiasi akan mengikuti protokol dan arahan teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pemerintah memastikan, tidak ada satu pun personel yang akan bekerja tanpa panduan keselamatan ketat.
“Semua tata laksana wajib mengikuti arahan BRIN. Tidak boleh ada langkah serampangan,” ujar Hanif.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan, Detasemen Zeni Nubika telah memantau situasi sejak awal, namun belum turun langsung karena menunggu permintaan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Di Cikande, kami sudah memantau sejak awal. Namun pelibatan resmi baru dilakukan setelah ada permintaan dari KLHK,” ujar Brigjen Wahyu, Selasa (7/10). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : FISKA JUANDA