WASHINGTON (BP) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar Israel segera menghentikan pemboman di Jalur Gaza, dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak di tengah upaya gencatan senjata yang terus buntu.
Seruan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Hamas menyatakan kesediaannya membebaskan seluruh sandera Israel dan menyerahkan administrasi Gaza kepada pemerintahan teknokrat Palestina.
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengatakan ia percaya bahwa “Hamas siap untuk perdamaian yang langgeng”, seraya menegaskan bahwa Israel “harus menghentikan pengeboman Gaza sekarang juga”.
Pernyataan ini menjadi sinyal perubahan nada dari Washington yang selama ini dikenal condong pada kepentingan Israel.
Trump sebelumnya memberikan batas waktu hingga Minggu bagi Hamas untuk menerima rencana perdamaian AS atau ’menghadapi semua neraka’. Namun, pernyataan terbarunya justru menempatkan tekanan lebih besar kepada Israel agar meredakan eskalasi.
Di Yerusalem, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya tengah bersiap untuk segera melaksanakan fase pertama dari rencana Trump, yang mencakup pembebasan sandera dan penghentian sementara operasi militer.
“Kami akan bekerja sama penuh dengan Presiden dan timnya untuk mengakhiri perang ini,” kata Netanyahu.
Rencana yang diusulkan AS disebut akan memicu jendela waktu 72 jam untuk pengembalian seluruh sandera setelah Israel menerima
kesepakatan secara publik.
Namun, sejumlah poin utama masih menjadi perdebatan, terutama syarat pelucutan senjata Hamas dan perannya di pemerintahan Gaza di masa depan.
Meski begitu, seruan langsung Trump kepada Israel untuk menghentikan serangan menandai momen politik penting: pertama kalinya sejak perang Gaza dimulai hampir dua tahun lalu, pemimpin AS secara terbuka meminta Tel Aviv menahan diri.
Langkah ini mendapat sambutan hati-hati dari sejumlah pemimpin dunia. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut tanggapan Hamas sebagai langkah signifikan menuju perdamaian, sementara diplomat Eropa menyerukan agar Washington memastikan gencatan senjata benar-benar dilaksanakan di lapangan.
Di tengah kabar politik ini, warga Gaza masih menunggu kejelasan, apakah seruan damai dari Trump benar-benar akan mengakhiri penderitaan yang telah merenggut puluhan ribu nyawa dan memaksa jutaan orang mengungsi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Alfian Lumban gaol