Buka konten ini
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau rumah pompa yang baru rampung dibangun di kawasan Pasar Jodoh, Jumat (3/10). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi efektif mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan padat aktivitas itu.
Menurut Amsakar, mekanisme rumah pompa dirancang untuk langsung membuang air ke
laut saat debit meluap.
“Hari ini pembangunan sudah selesai. Bahkan, pada uji coba, dalam waktu 15 menit saja debit air sudah bisa turun sekitar 10–15 sentimeter,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim teknis akan terus memantau kinerja mesin, terutama pada saat pasang tinggi, untuk memastikan kapasitas pompa benar-benar mampu meminimalisasi genangan. “Sejauh ini saya optimistis dengan hasil uji coba. Mudah-mudahan memberi dampak positif bagi upaya penyelesaian banjir di Batam,” ujarnya.
Jika hasilnya sesuai harapan, Pemko Batam akan memper
banyak pemasangan mesin serupa. “Kita sudah pelajari model seperti ini di Marunda (Jakarta Utara). Jika berjalan baik di Batam, akan kita bangun lebih banyak lagi. Sistem ini akan diintegrasikan dari hulu hingga hilir,” kata Amsakar.
Rumah pompa tersebut juga dilengkapi dengan pompa lumpur dan pintu air, agar efektivitas pengendalian banjir lebih optimal.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Batam dalam mengurangi titik rawan banjir di berbagai wilayah.
Amsakar: Parkir Kontainer di Bahu Jalan Salahi Aturan
Selain meninjau rumah pompa, Amsakar juga meninjau persoalan kontainer yang diparkir di bahu Jalan Yos Sudarso di dekat kawasan Pelabuhan Batuampar. Hal itu sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut sudah di luar kepatutan dan menyalahi aturan.
“Seharusnya jalan bisa digunakan empat lajur, tetapi karena dipakai parkir kontainer, sekarang hanya tersisa dua lajur. Ini sangat mengganggu dan menimbulkan debu,” tegasnya.
Ia meminta aparat terkait, termasuk Direktorat Pengamanan (Ditpam), Deputi Kepelabuhanan, dan Dinas Perhubungan, segera mengambil tindakan agar jalan tidak digunakan untuk parkir kontainer.
“Saya harap pengusaha kontainer tidak lagi melakukan praktik seperti ini, karena akan membuat tata kota Batam semrawut dan terkesan tidak terkelola dengan baik,” ujarnya.
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan penataan kota, Amsakar menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Batam yang lebih tertata, nyaman, dan bebas banjir. (***)
Reporter : arjuna
Editor : RATNA IRTATIK