Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Trauma mendalam kini membayangi tiga anak di Batam setelah menjadi korban pencabulan oleh oknum guru ngaji mereka sendiri. Ketiganya masih dalam pengawasan orang tua masing-masing dan mendapat pendampingan untuk memulihkan kondisi psikis.
Polisi menyebut trauma itu terlihat jelas saat pemeriksaan berlangsung. Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan salah satu anak bahkan menolak disentuh ibunya ketika diminta keterangan.
“Ada korban yang saat ditenangkan ibunya dengan menyentuh lutut, langsung menepis. Itu menunjukkan traumanya begitu kuat,” ujar Aris, Selasa (30/9).
Meski berat, lanjut Aris, anak-anak itu perlahan mulai berani bercerita. Semua keterangan diberikan dengan pendampingan penuh keluarga agar mereka merasa lebih aman.
Kasus ini sempat menyulut emosi warga di Sei Lekop, Sagulung. Massa yang marah merusak rumah pelaku hingga polisi turun tangan untuk meredam kericuhan.
Dalam penyelidikan, terungkap modus pelaku: berpura-pura mengurut perut korban dengan tangan, pakai modus mengobati kebiasaan ngompol korban. Dari tiga anak, ada yang dicabuli hingga lima kali, dua kali, dan sekali. Aksi itu dilakukan berulang dengan pola serupa. Dari hasil visum, ada korban yang mengalami luka di bagian vitalnya.
Pelaku berinisial Am kini ditahan di Mapolsek Sagulung. Ia mengakui perbuatannya dan dijerat Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 65 ayat (1) KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Polisi memastikan kasus ini akan dibawa hingga persidangan. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK