Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Pemisahan urusan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai masuk tahap persiapan di daerah. Kantor Kemenag Kota Batam kini ikut ambil bagian dalam tim transisi yang bertugas mengawal perubahan kelembagaan tersebut.
Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, menjelaskan, pemerintah pusat sudah memutuskan urusan haji akan ditangani oleh kementerian baru. Karena itu, proses peralihan kelembagaan harus disiapkan sejak dini, termasuk di tingkat kota.
“SDM (Sumber Daya Manusia) sekarang masih di Kemenag. Nantinya pegawai akan disurati satu per satu, apakah tetap di Kemenag atau pindah ke Kementerian Haji. Rekomendasinya tetap dari kami,” jelas Budi, Senin (29/9).
Di tingkat Provinsi Kepri, tim transisi dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Kepri. Sedangkan di Batam, ketua tim dipercayakan kepada Kepala Kemenag Batam. Tim ini bertugas menyiapkan aspek teknis, mulai dari data kepegawaian hingga penataan struktur kerja.
“Saya sendiri belum tahu apakah akan ikut pindah atau tetap di Kemenag. Tapi yang jelas, kami berkewajiban mendukung pembentukan Kementerian Haji, termasuk dalam hal SDM,” ujarnya.
Meski ada perubahan struktur, Budi menegaskan pelayanan masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Pendaftaran haji reguler tetap dilaksanakan di Kemenag Batam. Saat ini, rata-rata 200–250 orang mendaftar setiap hari.
“Daftar tunggu haji di Batam sudah mencapai 25 tahun. Karena itu, masyarakat jangan ragu mendaftar melalui jalur resmi di Kemenag,” tegasnya.
Selain mengawal transisi kelembagaan, Kemenag Batam juga terus memberikan informasi terkait perkembangan penyelenggaraan haji, termasuk haji khusus dan furoda. Namun, fokus utama tetap pada pelayanan haji reguler.
“Perubahan ini memang tantangan baru, tapi yang paling penting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Budi.
Dengan hadirnya Kementerian Haji, pemerintah berharap pengelolaan ibadah haji bisa lebih profesional dan terfokus, seiring tingginya animo masyarakat Indonesia untuk berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK