JAKARTA (BP) – Tidak berselang lama setelah serangan Israel ke Doha, Presiden RI, Prabowo Subianto, bertandang ke Qatar. Pada Jumat (12/9), Prabowo tiba di Qatar untuk menemui Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Kedatangan Presiden Prabowo di Bandara Internasional Doha disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud Bin Abdulrahman Bin Hassan Bin Ali Al-Thani.
Selain itu, Duta Besar Indonesia di Doha, Ridwan Hassan, bersama Atase Pertahanan KBRI Doha, Kolonel Tengku Sony Sonath,a menyambut Prabowo. Dari bandara, Prabowo beserta rombongan terbatas langsung menuju Istana Lusail, Doha untuk bertemu muka dengan Emir Qatar.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa agenda utama Prabowo di Doha adalah bertemu dengan Emir Qatar. Menurut Teddy, kedatangan Prabowo ke Qatar merupakan bentuk solidaritas Indonesia secara langsung kepada Qatar pasca serangan Israel ke Doha pada Selasa (9/9).
’’Betul, Presiden Prabowo terbang ke Doha, Qatar, untuk bertemu langsung dengan Emir Qatar, sore waktu setempat. Presiden memutuskan untuk segera datang ke Qatar pasca serangan Israel ke Doha. Ini adalah bentuk solidaritas dan dukungan Indonesia secara langsung terhadap pemerintah dan rakyat Qatar,’’ ucap Teddy dikutip dari keterangan resmi pada Sabtu (13/9).
Sejak awal, lanjut Teddy, Prabowo telah menunjukkan perhatiannya dengan menanyakan langsung kondisi Qatar kepada Sheikh Tamim melalui sambungan telepon pada Rabu lalu (10/9). Pemerintah Indonesia menegaskan konsistensinya mendukung kedaulatan Qatar dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Selain isu global, Teddy menyatakan bahwa penguatan hubungan kerja sama kedua negara juga menjadi topik pembahasan Prabowo dan Emir Qatar. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan Indonesia dan Qatar yang telah terjalin lama semakin erat, khususnya dalam menghadapi tantangan global.
Sebelumnya, Prabowo beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pukul 10.30 WIB. Turut mendampingi Presiden ke Doha yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol