Buka konten ini


2. Menteri Negara (designate) Urusan Luar Negeri serta Urusan Pembangunan Sosial dan Keluarga Republik Singapura Zhulkarnain Abdul Rahim bersama Gubernur Kepri Ansar Achmad, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan undangan memotong kue pada acara Hari Kebangsaan Singapura yang ke-60 di Hotel Grand Mercure, Kamis (11/9). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos
HUBUNGAN erat Batam dan Singapura kembali dipertegas lewat kunju-ngan kehormatan Menteri Luar Negeri serta Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, ke Gedung Bida Utama BP Batam, Kamis (11/9). Kedatangannya didampingi Konsul Jenderal Singapura untuk Batam, Gavin Ang, dan disambut langsung Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Dalam pertemuan itu, Amsakar menegaskan bahwa Batam dan Singapura adalah mitra yang saling melengkapi. Ia menyebutkan kerja sama strategis kedua pihak akan semakin pen-ting di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.
“Batam kini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendukung dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang inklusif.
Oleh sebab itu, kemitraan strategis ini harus selalu kita bangun dan jalin bersama,” ujar Amsakar.
Amsakar juga menyinggung terbitnya dua regulasi terbaru, yakni PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas serta PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Menurutnya, aturan tersebut memberi kewenangan besar kepada BP Batam, termasuk pengalihan sejumlah perizinan dari kementerian dan lembaga pusat ke daerah.
“Pemerintah juga sedang merevisi PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Revisi ini nantinya memperluas wilayah kerja BP Batam hingga ke pesisir. Ini bernilai strategis bagi pengembangan Batam ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Amsakar memastikan kondisi Batam tetap kondusif di tengah dinamika nasional. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan dinilainya menjadi modal kuat dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung investasi Singapura di Batam. Semoga komunikasi baik ini terus terjalin, sehingga Batam, Indonesia, dan Singapura tetap membangun hubungan harmonis di kawasan Asia,” kata Amsakar.
Zhulkarnain Abdul Rahim mengaku terkesan dengan masifnya perkembangan Batam. Ia mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Batam yang pada tahun 2023 mencapai 7,04 persen, selalu di atas rata-rata nasional.
“Begitu banyak perkembangan Batam saat ini, ini bagus untuk Batam dan Indonesia. Batam selalu menjadi teman baik bagi Singapura, dan kami berharap hubungan erat ini terus terjalin,” ucapnya.
Data realisasi investasi mencatat Singapura menanamkan modal sebesar Rp6,51 triliun sepanjang 2024, menempatkannya sebagai salah satu dari lima negara terbesar penanam modal asing (PMA) di Batam. Capaian ini sekaligus mene-gaskan Batam berhasil menjaga iklim investasi tetap kondusif dan menjanjikan.
Konjen Rayakan HUT ke-60 Singapura di Batam
Sementara itu, Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Singapura di Batam menggelar malam resepsi kenegaraan HUT ke-60 Singapura tahun 2025 di Grand Mercure Batam Center, Kamis (11/9). Acara berlangsung meriah dengan persembahan lagu-lagu yang dibawakan mahasiswa asal Singapura.
Dalam acara turut hadir Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad; anggota DPD RI asal Kepri, Ismeth Abdullah; Menteri Negara (Designate) Urusan Luar Negeri serta Urusan Pembangunan Sosial dan Keluarga Republik Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim; serta Konjen Singapura untuk Batam, Gavin Ang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan perayaan HUT yang diadakan di Batam ini menjadi bukti hubungan baik yang terjalin antara Kepri dan Singapura.
“Singapura adalah sahabat utama investasi di Kepri. Dengan total 66,14 persen, investasi didominasi Singapura,” ujarnya.
Ansar berharap hubungan baik dan kerja sama ini akan lebih baik lagi ke depannya, termasuk dalam pengembangan energi hijau serta sarana konektivitas antara Batam, Bintan, dan Karimun dengan Singapura.
“Tentunya prinsip yang saling menguntungkan. Mudah-mudahan kita sama-sama saling maju dan berkembang, serta memberikan multiplier effect ekonomi yang besar bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan apresiasi atas hubungan yang terjalin harmonis antara Indonesia dan Singapura, khususnya di Batam. Ia berharap momentum peringatan 60 tahun kemerdekaan Singapura ini dapat semakin memperkuat kerja sama lintas sektor.
“Ini bukti bahwa kedua negara saling membutuhkan. Ke depan, masih banyak peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pembangunan,” ujarnya.
Zhulkarnain Abdul Rahim mengaku sangat bangga atas dukungan dan perayaan HUT ini di Batam. Ia menilai Batam merupakan kota yang maju dan berkembang pesat.
“Saya tiga tahun lalu ke Batam, dan sekarang saya lihat banyak sekali perubahan dan perkembangan di kota ini,” ujarnya.
Ia juga terkesan dengan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP). Zhulkarnain menilai kawasan ini sudah mendunia karena memajukan ekonomi digital.
“Saya mengunjungi Nongsa Digital Park, salah satu produk terbesar di dunia. Semoga Indonesia dan Singapura sukses bersama dalam industri ini,” tutupnya. (***)
Reporter : Azis Maulana – Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG