Buka konten ini

LINGGA (BP) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Lingga menggelar kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Wilayah Khusus di Kabupaten Lingga. Acara dipusatkan di Gedung PSMTI Dabo Singkep, Rabu (27/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, M.Si; Ketua Tim Kerja Integrasi Pelayanan KB Wilayah Khusus Direktorat Bina Pelayanan KB, dr. Ratnasari Widyastuti; Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Ketua IBI Lingga, jajaran Dinkes PPKB, serta undangan lainnya.
Selain pelayanan KB, kegiatan ini juga disejalankan dengan penyerahan bantuan bagi keluarga berisiko stunting (KRS) yang bersumber dari CSR Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui Rumah Zakat Kepri. BKKBN juga menghadirkan layanan kontrasepsi, mulai dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR) dan implan, hingga non-MKJP seperti suntik dan pil.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil evaluasi kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need) di wilayah khusus, khususnya Kabupaten Lingga.
“Pelayanan MKJP ini diberikan secara gratis bagi masyarakat Lingga dengan menggunakan mobil layanan (Muyan),” kata Rohina.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan dua orang CPNS Penyuluh KB untuk ditempatkan di Dinkes PPKB Lingga guna memperkuat realisasi program KB di daerah tersebut. Sementara itu, dr. Ratnasari Widyastuti menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Quick Wins BKKBN.
“Harapannya, kegiatan ini memberi dampak signifikan bagi percepatan program KB. Kabupaten Lingga termasuk wilayah khusus karena karakteristik kepulauan. Tantangan yang dihadapi selain jarak dan akses transportasi, juga persoalan data yang kerap error,’’ ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Dekranasda Lingga, Feby Saryanti. Ia menegaskan Pemkab Lingga akan mendukung penuh program BKKBN, terutama untuk menurunkan angka stunting.
“Lingga termasuk wilayah khusus yang butuh perhatian. Kami akan bersinergi demi percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Feby.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke Balai Penyuluh Singkep, audiensi bersama PC IBI Lingga, hingga rapat koordinasi Asik KB Pasca Persalinan bersama bidan anggota IBI. Keesokan harinya, Kamis (28/8), tim BKKBN melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan KB MKJP di Puskesmas Singkep Barat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten, program KB diharapkan tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga melahirkan generasi Lingga yang lebih sehat dan berkualitas. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO