Buka konten ini

NONGSA (BP) – Polda Kepri memastikan harga beras di Batam masih terkendali dan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Hal itu dipastikan setelah tim Ditreskrimsus Polda Kepri turun langsung melakukan pengecekan harga di sejumlah pasar modern dan tradisional, Selasa (26/8).
Pengecekan dipimpin Dirreskrimsus Polda Kepri dengan menyasar beberapa titik, di antaranya Supermarket Halimah Summerland, Pasar Tradisional Summerland, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, serta Pasar Belakangpadang.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan harga beras di Batam masih terkendali. Stok di pasar modern maupun tradisional juga mencukupi.
“Secara umum harga beras di Batam terkendali dan masih di bawah HET. Ketersediaan barang aman, tidak ada kelangkaan,” kata Ruslaeni.
Namun, lanjutnya, terdapat sedikit perbedaan harga di Kecamatan Belakangpadang. Kondisi geografis dan biaya distribusi membuat harga beras di wilayah pulau itu relatif lebih tinggi dibandingkan Batam daratan.
“Hanya faktor ongkos angkut yang membuat harga sedikit berbeda. Stok tetap tersedia dan aman,” jelasnya.
Ruslaeni menegaskan, pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Polda Kepri dan distributor beras. Tujuannya memastikan tidak ada permainan harga serta menjaga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.
“Beras adalah kebutuhan utama masyarakat. Dengan adanya MoU, distributor berkomitmen menjaga harga sesuai ketentuan. Kami dari kepolisian mengawasi langsung di lapangan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap isu kelangkaan maupun kenaikan harga beras. “Distribusi masih lancar, stok cukup tersedia. Masyarakat jangan panik, beli sesuai kebutuhan saja,” pungkas Ruslaeni. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK