Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi (High Level Meeting) membahas penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Kantor Wali Kota Batam, belum lama ini.
Rapat dipimpin Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Heriman HK, didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif MH. Hadir perwakilan lintas sektor, antara lain Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri, Bulog Kota Batam, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Pertamina, Bea Cukai, Bandara Internasional Batam, asosiasi distributor, PLN Batam, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Agenda diawali paparan Kepala BPS Kota Batam mengenai tren inflasi terkini, komoditas penyumbang inflasi dan deflasi, serta perbandingan inflasi Batam dengan daerah lain. Selanjutnya, perwakilan Bank Indonesia memaparkan strategi pengendalian inflasi, kondisi pasokan dan distribusi barang, serta rekomendasi kebijakan menjaga stabilitas harga di tahun mendatang.
Heriman menegaskan, pengendalian inflasi memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran semua pihak. Melalui TPID, kita pastikan pasokan tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau. Roadmap 2025 ini menjadi panduan bersama agar langkah kita terarah dan memberi dampak nyata bagi perekonomian Batam,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aksi nyata setelah rapat.
“Kita harus responsif terhadap dinamika harga, terutama komoditas pangan strategis. Deteksi dini, langkah cepat, dan komunikasi jelas kepada masyarakat adalah kunci agar inflasi terkendali dan daya beli tetap terjaga,” tambahnya.
Rapat menyimpulkan pentingnya sinergi lintas sektor, penguatan cadangan pangan, efisiensi distribusi, serta kolaborasi antar daerah menghadapi tekanan inflasi, khususnya menjelang akhir tahun. Inflasi Batam saat ini masih dalam batas sasaran nasional, namun perlu diantisipasi potensi lonjakan harga dari faktor energi, pendidikan, dan komoditas global. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK