Buka konten ini
BATUAMPAR (BP) – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering membuat pikiran penat, komunitas Sandyakala mengajak masyarakat menemukan ketenangan melalui mindful yoga. Kegiatan bertajuk “Mindful Yoga–From Chaos to Calm” ini digelar di King Hotel Batam, Sabtu (9/8) sore.
Pendiri Sandyakala, dr. Revit Jayanti, Sp.KJ, menjelaskan bahwa mindful yoga bukan sekadar olahraga peregangan, tetapi juga latihan kesadaran penuh yang membantu peserta lebih peka terhadap sinyal tubuh dan pikirannya.
“Yoga biasa saja bermanfaat untuk relaksasi. Tapi mindful yoga memberi ruang untuk mengenali apa yang tubuh rasakan dan butuhkan,” ujarnya.
Acara diawali dengan sesi yoga sebagai ice breaking. Gerakan-gerakan dilakukan perlahan, dengan fokus pada napas dan sensasi tubuh. “Mindfulness itu banyak bentuknya, bisa breathing, body scanning, walking, atau moving. Kami memilih yoga karena mudah diikuti banyak orang,” kata dr. Revit.
Setelah sesi yoga, peserta diajak memasuki sharing session. Suasana dibuat santai layaknya kelompok healing. Peserta bebas menceritakan pengalaman atau masalah yang dihadapi, lalu mendapatkan masukan baik dari psikiater maupun peserta lainnya. Semua cerita dijamin kerahasiaannya dan tidak boleh disebarluaskan.
Menurut dr. Revit, manfaat mindful yoga tidak hanya untuk mereka yang tengah mengalami masalah mental, tetapi juga sebagai langkah pencegahan.
“Orang yang terlihat baik-baik saja pun bisa menyimpan stres. Mindful yoga membantu mencegahnya berkembang menjadi gangguan mental serius, termasuk depresi atau keinginan bunuh diri,” paparnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peserta saling mendukung.
Melalui cerita-cerita yang dibagikan, mereka menyadari bahwa kesulitan hidup bukan hanya dialami sendiri. “Kadang setelah mendengar cerita orang lain, kita merasa masalah kita tidak sebesar yang kita kira,” tambahnya.
Dr. Revit menegaskan, manfaat mindful yoga baru terasa jika dilakukan rutin. Namun, meskipun tidak dimaknai sebagai latihan mindfulness, yoga tetap memberi dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. “Apapun jenis olahraganya baik, tapi yoga kami rekomendasikan karena ada unsur relaksasi,” ujarnya.
Selain yoga, Sandyakala juga menggelar berbagai kegiatan pendukung kesehatan mental seperti membuat aromaterapi dan mendekorasi kue. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberi kenyamanan, mengurangi stres, dan menambah keterampilan peserta.
Harapannya, kata dr. Revit, masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. “Kami ingin menghapus stigma. Psikiater dan psikolog bukan hanya untuk orang dengan gangguan mental, tapi juga untuk semua yang ingin hidup lebih sehat secara emosional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, penampilan luar yang tenang belum tentu mencerminkan kondisi mental sebenarnya.
“Bisa jadi seseorang terlihat biasa-biasa saja, tapi sebenarnya sedang memikul beban berat,” kata dr. Revit. Kegiatan Mindful Yoga – From Chaos to Calm ini terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin bergabung dapat menghubungi kontak yang tersedia pada selebaran resmi Sandyakala. “Kami selalu membuka ruang bagi siapa pun yang ingin belajar mengenali, menerima, dan merawat dirinya,” tutup dr. Revit. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI