Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Salah satu pameran otomotif terbesar di dunia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 resmi berakhir pada Minggu (3/8). Produsen otomotif asal Jepang, Daihatsu, membukukan catatan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang baik.
“Hal ini tercermin dari capaian positif Daihatsu selama GIIAS 2025, di mana kami berhasil mencatatkan total SPK sebanyak 580 unit,” kata Fredy Handjaja, Chief Executive PT Astra International Tbk., Daihatsu Sales Operation.
Spesifiknya, dia menjelaskan bahwa SPK tersebut didapat dari model anyar Rocky Hybrid berjumlah 147 unit, Gran Max series 134 unit, dan Sigra 123 unit.
“Efisiensi dan konsumsi bahan bakar yang hemat merupakan faktor utama yang dibutuhkan saat ini, dan hal tersebut mampu dijawab oleh teknologi kendaraan Daihatsu, khususnya Rocky Hybrid,” ujar dia.
Di sisi lain, Daihatsu berhasil menarik perhatian lebih dari 80.000 pengunjung selama pameran berlangsung, bahkan lebih dari 500 orang telah antusias mencoba langsung mobil Daihatsu Rocky Hybrid.
Lebih membanggakan lagi, Daihatsu juga meraih penghargaan Favourite Booth kategori Most Family Friendly Booth dan New Launch SUV Terfavorit untuk Rocky Hybrid di GIIAS 2025.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa booth Daihatsu tak hanya berhasil menghadirkan inovasi otomotif, melainkan juga menciptakan suasana yang nyaman, ramah keluarga, dan menyenangkan bagi semua kalangan.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan, antusiasme luar biasa dari para pengunjung menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi perusahaan.
Khususnya Rocky Hybrid, yang mana pengunjung mengapresiasi teknologi Real series hybrid yang sepenuhnya digerakkan motor listrik.
“Hal ini membuat Rocky Hybrid unggul dalam efisiensi bahan bakar, performa akselerasi, dan yang terpenting hadir dengan harga terjangkau di kelasnya. Teknologi ini menjadi bukti komitmen Daihatsu dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan namun tetap ekonomis,” ungkap Sri Agung. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : Alfian Lumban gaol