Buka konten ini
BATAM (BP) – Persatuan Dokter Bedah Anak Indonesia (PERBANI) Cabang Sumatra Bagian Tengah menggelar seminar bertajuk Current Issues in Pediatric Surgery di Hotel Santika Batam, Sabtu (9/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 50 tahun PERBANI sekaligus upaya meningkatkan mutu layanan bedah anak di daerah, khususnya wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dan Sumatera Bagian Tengah.
Ketua Panitia, dr. Fransiskus, Sp.BA., FIAPS, mengatakan seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan layanan bedah anak di daerah, serta mendorong peningkatan keterampilan dokter umum dan tenaga medis di layanan primer.
“Banyak kasus rujukan yang datang ke Batam sudah dalam kondisi cukup berat karena keterlambatan penanganan di daerah. Melalui seminar ini, kami ingin dokter di tingkat pertama lebih mengenal dan menangani kasus awal dengan tepat sebelum dirujuk,” ujarnya.
Menurut dia, seminar ini diikuti dokter umum, dokter spesialis bedah, dan dokter spesialis anak dari berbagai daerah di Riau, Kepri, Batam, hingga Tanjungpinang. Materi dibagi dalam tiga sesi dengan pembahasan mendalam mulai dari manajemen perioperatif pada kasus bedah neonatus, perkembangan teknologi operasi minimal invasif, hingga teknik penanganan kasus urogenital dan onkologi pada anak.
Sesi pertama menghadirkan pembicara seperti dr. Poerwadi, Sp.BA., Subsp.D.A(K) yang membahas manajemen perioperatif bedah neonatus, dr. Sarita, Sp.A tentang penyakit penyerta pada pasien neonatus, dan Kepala BPJS Batam, Harry Nurdiansyah, yang memaparkan regulasi pembiayaan kasus bedah anak.
Sesi kedua mengangkat topik penanganan kasus lanjut dengan teknik minimal invasif oleh dr. Leecarlo Millano L.G., Sp.BA., Subsp.D.A(K), hingga komplikasi dan penanganannya oleh dr. Nita Mariana, M.Kes., Sp.BA., Subsp.D.A(K).
Sesi ketiga membahas operasi hipospadia oleh dr. Bustanul Arifin Nawas, Sp.BA., Subsp.U.A(K), teknik core needle biopsy pada tumor solid anak oleh dr. Kurniawan Oki Pamungkas,Sp.BA., Subsp.U.A(K), serta minimal invasif untuk kasus undescended testis oleh dr. Yulius Chandra, Sp.BA., Subsp.U.A(K).
Sekretaris PERBANI Pusat, dr. Kurniawan Oki Pamungkas, menegaskan komitmen organisasi untuk mengakomodasi kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga medis di daerah. “Harapannya, ilmu yang dibawa pulang dari seminar ini dapat diaplikasikan demi pelayanan yang lebih baik untuk anak-anak,” katanya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr. Yanuarman, juga mengapresiasi kegiatan ini. “Semoga terselenggara dengan baik dan membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan anak di Kepri,” pungkasnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI