Buka konten ini

Bukit Senja, oase padang rumput tersembunyi yang menawarkan panorama keindahan alam Pulau Bintan yang eksotis, memukau dan memanjakan mata. Di tengah munculnya berbagi destinasi wisata mainstream dan populer di Pulau Bintan, keberadaan Bukit Senja yang jarang diketahui ini, menghadirkan kedamaian dan ketenangan hati.
TERLETAK di kawasan perbukitan Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, hamparan padang rumput tersembunyi ini menjadi salah satu spot rahasia yang kini mulai mencuri perhatian. Areanya yang luas dan cukup datar ini, dikelilingi pepohonan hijau dan udara yang segar.
Warga tempatan Toapaya Asri Kabupaten Bintan menyebut, oase tersembunyi ini sebagai Bukit Sampan. Namun sebagian lainnya menamakan padang rumput ini sebagai Bukit Senja.
Diberi nama Bukit Senja bukan tanpa alasan. Dari puncak bukit yang cukup tinggi, siapa pun bisa menyaksikan panorama senja berbalut cahaya jingga yang tenggelam di balik cakrawala.
Siapa pun yang berada di puncak Bukit Senja, dapat menyaksikan dan mengabadikan keindahan matahari yang terbenam perlahan ke garis cakrawala di sebelah barat. Tidak hanya dapat menikmati matahari terbenam, Bukit Senja juga menjadi lokasi favorit para pencinta alam atau petualang untuk berkemah menyaksikan keindahan langit pada malam hari.
Selanjutnya, pada saat fajar menyingsing, dari puncak Bukit Senja ini, siapa pun dapat menyaksikan dan mengabadikan keindahan matahari terbit di sebelah timur. Selain itu, Bukit Senja Toapaya Asri, Kabupaten Bintan ini menjadi salah satu spot menarik di Bintan bagi para fotografer alam untuk mengabadikan keindahan berupa lanskap hamparan padang rumput.
Jika cuaca cerah, para pemburu fenomena alam, pastinya dapat mengabadikan momen matahari terbenam secara perlahan di sebelah barat, landskap malam kota (City Light) hingga matahari terbit di sebelah timur. Dengan keindahan alam yang masih alami dan suasana yang menenangkan, Bukit Senja pantas menjadi pilihan baru bagi siapa pun yang ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari. Tentunya untuk memanjakan mata dengan menikmati keindahan yang tidak terlupakan di tengah alam Bintan.
Satu hal yang pasti, oase tersembunyi ini bisa menjadi destinasi alternatif yang sempurna bagi siapapun yang ingin menenangkan diri, dan menikmati keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa.
Hidden Gem yang Perlahan Mulai Populer
Meskipun masih tergolong ”hidden gem”, namun perlahan tapi pasti, Bukit Senja Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, mulai dikenal lewat unggahan media sosial dari para pencinta alam dan warga setempat. Salah seorang pencinta alam dari Art Live Team, Nina Idora Nurcahyati Putri (24), menceritakan pengalaman yang tidak terlupakan saat berada di puncak Bukit Senja yang spesial ini pada sore, malam dan pagi hari.
Nina mengungkapkan, akses menuju Bukit Senja atau Bukit Sampan dari kawasan Batu 16 Kabupaten Bintan, sejauh lebih kurang 5 kilometer hingga 6 kilometer. Sedangkan dari Kota Tanjungpinang, sejauh lebih kurang 25 kilometer hingga 30 kilometer.
”Bukit ini cocok sekali untuk healing. Belum terlalu ramai dan punya pemandangan yang luar biasa,” kata Nina saat diwawancarai Batam Pos di Batu 16 Bintan, Minggu (3/8).
Menurut Nina, saat ini akses menuju Bukit Senja memang belum sepenuhnya ramah akan kendaraan. Namun para pencinta alam umumnya harus memarkirkan kendaraan di titik tertentu atau di kaki bukit.
Untuk mencapai puncak Bukit Senja, kata Nina, harus dilanjutkan dengan perjalanan dengan berjalan kaki (treking ringan) menyusuri jalan setapak sempit yang sedikit menanjak, namun dikelilingi pepohonan dan ilalang, selama 10 menit hingga 15 menit. ”Tapi perjalanan yang sedikit jauh menuju Bukit Senja itu, ya sepadan dengan apa yang ditawarkan saat kita berada puncaknya,” ungkap warga Toapaya Asri ini.
Nina mengakui, saat berada di puncak Bukit Senja, dirinya mendapatkan ketenangan dan dapat menikmati panorama keindahan alam yang memukau dan eksotis hingga dapat memanjakan mata. ”Kalau sore, bisa menikmati senja dan sunset. Suasananya benar-benar damai dan tenang karena jauh dari perkotaan dan jalan raya,” ujarnya.
Bersama rekan-rekan pencinta alam, Nina sering mengunjungi oase padang rumput yang tersembunyi ini. Nina bersama rekan-rekannya itu seringkali bermalam di Bukit Senja dengan mendirikan beberapa tenda.
”Dari sini (Bukit Senja) kita juga bisa lihat golden hour, city light malam hari dan sunrise pada pagi hari. Bisa lihat gunung Bintan, Gunung Leng-kuas dan sebagian Tanjungpinang,” ungkapnya.
Bukit ini juga menawarkan tempat ideal untuk mendirikan tenda. Kawasan bukit yang cukup lapang memungkinkan untuk mendirikan tenda dan berkemah dengan nyaman.
”Memang Bukit Senja ini tergolong hidden gem (tempat indah tersembunyi). Tapi sudah ada beberapa wisatawan lokal atau pencinta alam dari Tanjungpinang dan Lingga yang sudah sampai di puncak Bukit Senja ini,” kata guide Trip Art Live Team ini.
Menurut pendapat Nina, bagi siapa pun yang ingin mendambakan kedamaian, ketenangan dipadu dengan keindahan alam yang autentik hingga pengalaman berkemah yang nyaman, Bukit Senja adalah jawabannya.
”Tempat ini tak hanya menawarkan keindahan alam dan jadi tempat menenangkan diri, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan bersama rekan-rekan di tengah alam,” sebut lulusan Politeknik Politeknik Bintan Cakrawala ini.
Terakhir namun tidak kalah penting, Nina mengimbau bagi siapa pun yang ingin berkunjung dan berkemah di Bukit Senja, untuk meminta izin kepada RT dan RW setempat. Selanjutnya tetap menjaga kebersihan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga keasrian Bukit Senja.
”Datang sore hari biar bisa melihat sunset. Pagi hari bisa lihat sunrise. Tetap bawa perbekalan, perlengkapan berkemah kalau bermalam dan tidak meninggalkan sampah sembarangan,” ajak Nina. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : RYAN AGUNG