Buka konten ini

Proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani dari Simpang Kepri Mall menuju Simpang Panbil, memasuki tahap akhir. Sebagian besar ruas sudah dilebarkan menjadi lima lajur, dan pengerjaan terus dikebut.
Pantauan Batam Pos, Selasa (29/7), sejumlah titik sudah memasuki proses pengaspalan. Di kawasan Simpang Panbil, masih terlihat pekerjaan semenisasi dan pengerasan lajur baru. Akses ke Panbil Mall juga ditutup sementara demi kelancaran proyek.
Kini, dengan lima lajur yang segera bisa digunakan, warga mulai mendorong agar proyek ini dilanjutkan ke arah Batuaji, tepatnya dari simpang Dam hingga Bukit Daeng. Pasalnya, ruas jalan tersebut masih berupa dua jalur dua arah dan menjadi titik macet harian, terutama di jam sibuk pagi dan sore. Seperti yang terjadi pada Selasa (29/7) pagi, kemacetan serupa juga tak terhindarkan.
Amir, warga Batuaji, berharap pelebaran jalan tidak berhenti di Simpang Panbil. Ia menilai perlu kesinambungan infrastruktur agar arus lalu lintas dari kawasan industri Mukakuning hingga permukiman padat di Tembesi dan Sagulung lebih lancar.
“Kalau bisa pelebarannya diteruskan sampai Batuaji dan Tembesi. Jalan dari Simpang Dam ke Bukit Daeng itu tiap pagi dan sore selalu macet. Kalau lima lajur bisa tembus sampai sana, pasti kendaraan lebih lancar,” ujarnya.
Menurut Amir, pemerataan pembangunan jalan akan berdampak besar pada mobilitas warga dan distribusi logistik, apalagi Sagulung dan Batuaji merupakan kawasan padat penduduk dan aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Perpanjangan proyek juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan hinterland. Warga berharap Pemko Batam dan BP Batam menjadikan kelanjutan proyek ini sebagai prioritas berikutnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Batam. Ia menyebut konektivitas antarkawasan sebagai kunci pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan warga.
“Infrastruktur yang mumpuni adalah tulang punggung kemajuan kota. Kita akan terus evaluasi dan sesuaikan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Amsakar. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK