Buka konten ini

PARIS (BP) – Tadej Pogacar (UAE Team Emirates XRG) memastikan gelar juara Tour de France kali keempat atau juara secara back-to-back, Senin (28/7). Pembalap 26 tahun berkebangsaan Slovenia itu berhasil menjaga keunggulan lebih dari empat menit dari rival terdekatnya, Jonas Vingegaard, dari tim Visma-Lease a Bike.
Pogacar sejatinya secara tidak langsung sudah meraih gelar sebelum etape terakhir (ke-21) kemarin selesai. Itu menyusul keputusan panitia menetralkan tanjakan dan turunan berbatu di Cote de la Butte Montmartre karena kondisi basah. Itu membuat tidak ada lagi perubahan pada klasemen keseluruhan.
Meski begitu, Pogacar tetap mengejar kemenangan. Dia menyerang pada setiap tanjakan, termasuk yang terakhir di Sacre Coeur. Sempat memimpin kelompok breakaway, Pogacar akhirnya disalip oleh Wout van Aert (Visma-Lease a Bike) yang kemudian jadi pemenang etape pemungkas. Pogacar ada di posisi keempat saat finis di Champs-Elysees, Paris.
Sebelumnya, selama tiga pekan, Pogacar telah meraih empat kemenangan etape di Rouen, Mur-de-Bretagne, Hautacam, dan Peyragudes. Performa apiknya di pegunungan Pyrenees, khususnya di tanjakan Hautacam (etape ke-12), serta kemenangan pada etape ke-13, membantunya memperlebar jarak dengan Vingegaard menjadi 4 menit 24 detik.
Meski terlihat mudah, Pogacar merasa sangat lelah menjalani pekan terakhir Tour de France. “Burnout terjadi di banyak cabang olahraga, kelelahan mental, kelelahan fisik,” kata Pogacar dikutip dari The Guardian.
Pogacar menyebut jika kelelahan jadi musuh terbesarnya tahun ini. Meski pada akhirnya itu tidak menghalanginya meraih gelar. “Saat ini, aku tidak ingin membicarakan apa yang salah. Aku ingin menikmati momen ini dengan jersey kuning di Paris,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG