Buka konten ini

BANGKOK (BP) – Suasana tenang di Pasar Or Tor Kor, salah satu pasar makanan segar paling populer di Bangkok, mendadak berubah mencekam pada Senin siang (28/7). Dilansir dari channelnewsasia.com, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan brutal yang menewaskan lima petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 12.31 waktu setempat di kawasan Distrik Bang Sue, Bangkok. Menurut keterangan Kepolisian Kerajaan Thailand, pelaku menggunakan senjata sejenis pistol dan diketahui merupakan mantan pegawai pasar.
”Penyelidikan awal menunjukkan motif penembakan berasal dari konflik pribadi. Pelaku menyimpan dendam lama terhadap salah satu korban,” ujar petugas polisi Sayam Boonsom kepada awak media di lokasi kejadian. Informasi itu diperoleh berdasarkan keterangan dari istri pelaku.
Dalam rekaman CCTv yang dirilis polisi, tampak pelaku mengenakan topi putih dan mengenakan tas ransel di dada, berjalan santai melewati area parkir sebelum melakukan aksinya.
Pejabat kepolisian Distrik Bang Sue, Sanong Saengmani, memastikan tidak ada wisatawan yang menjadi korban dalam insiden ini. Pasar Or Tor Kor memang dikenal sebagai pusat penjualan hasil pertanian yang sering dikunjungi warga lokal. Lokasinya juga tak jauh dari Pasar Chatuchak—destinasi wisata favorit turis yang selalu ramai setiap akhir pekan.
Tragedi ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata di Thailand. Negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara itu kerap mengalami insiden penembakan massal, seiring mudahnya akses senjata api di tengah penegakan hukum yang longgar.
Pada Oktober 2023 lalu, seorang remaja berusia 14 tahun menggunakan senjata api modifikasi untuk menembak mati dua orang dan melukai lima lainnya di sebuah pusat perbelanjaan mewah di pusat kota Bangkok. Setahun sebelumnya, seorang mantan polisi melakukan aksi brutal di sebuah tempat penitipan anak di wilayah timur Thailand, menewaskan 36 orang—termasuk 22 anak-anak—menggunakan senjata api dan senjata tajam. (***)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD TAHANG