Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Rencana pemekaran Pulau Jemaja dari Kabupaten Kepulauan Anambas terus dimatangkan. Dukungan masyarakat setempat pun semakin menguat, seiring digelarnya rapat konsolidasi perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Jemaja (KKJ), Minggu (27/7) malam lalu.
Dalam rapat tersebut, masyarakat bersama Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Jemaja (BP2KKJ) menyusun langkah strategis guna mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan administratif untuk diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Salah satu syarat utama yang tengah dikebut penyelesaiannya adalah penyusunan Naskah Akademik (NA) pemekaran wilayah, yang dikerjakan oleh tim ahli dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jemaja dan Anambas atas dukungan dan kerja keras mereka dalam memperjuangkan pemekaran ini,” ujar Ketua Umum BP2KKJ, Edy Ja’far, Senin (28/7).
Tak hanya fokus menyusun dokumen pendukung, BP2KKJ juga tengah menyiapkan agenda besar pada Agustus mendatang. Agenda ini bakal melibatkan warga Jemaja yang kini merantau di berbagai daerah.
Menurut Edy, kegiatan tersebut menjadi momen konsolidasi nasional warga Jemaja untuk mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan KKJ sebagai daerah otonomi baru.
“Ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Semangat warga Jemaja di perantauan sangat tinggi. Bahkan, semua biaya keberangkatan ditanggung pribadi. Semangat perjuangan inilah yang membuat saya kembali bangkit, meskipun sempat vakum selama beberapa dekade,” ungkapnya.
Untuk memperkuat struktur perjuangan di lapangan, BP2KKJ telah menunjuk perwakilan di setiap kecamatan sebagai Ketua Harian. Tujuannya agar koordinasi dan aspirasi masyarakat bisa terakomodasi dengan baik.
“BP2KKJ ini milik masyarakat Jemaja. Tidak ada unsur politik. Anggotanya berasal dari warga asli Jemaja, yang ber-KTP maupun lahir di Jemaja,” tegas Edy. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO