Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Masyarakat Pulau Jemaja mendesak pemerintah agar segera mengoperasikan Pelabuhan Roro Kuala Maras yang telah selesai dibangun. Warga menilai pelabuhan tersebut sangat krusial untuk mendukung kelancaran distribusi barang, terutama kebutuhan pokok yang selama ini terhambat akibat minimnya akses transportasi laut.
Ropi, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa kehadiran kapal Roro sangat dinanti karena dapat memangkas waktu pengiriman dan menurunkan ongkos logistik.
“Selama ini, barang kebutuhan pokok masuk ke Jemaja menggunakan kapal kayu dengan waktu tempuh hingga 28 jam. Jika ada kapal Roro, waktu pengiriman bisa dipangkas menjadi 10 jam dari Tanjunguban, dan barang bisa langsung diangkut dengan mobil pick up atau truk,” ujarnya, Minggu (27/7).
Menurut Ropi, percepatan pengoperasian pelabuhan akan berdampak positif terhadap roda ekonomi masyarakat. Perputaran logistik akan lebih cepat, dan harga barang kebutuhan pokok bisa ditekan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu jadwal uji sandar Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahtera Nusantara 01 sebagai tahap akhir sebelum pelabuhan resmi digunakan.
“Uji sandar ini sedang menunggu jadwal dari BPTD dan ASDP sebagai pengelola kapal. Ini adalah prosedur penting sebelum pelabuhan bisa dioperasikan sepenuhnya,” kata Nurullah.
Ia menambahkan, proses uji sandar akan melibatkan berbagai pihak seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dishub, dan Syahbandar untuk memastikan kesiapan teknis dan keselamatan pelayaran.
“Uji sandar dilakukan tanpa membawa penumpang. Jadi memang harus menunggu waktu yang tepat agar semua tahapan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Nurullah berharap masyarakat dapat bersabar, sembari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses agar pelabuhan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagai informasi, Pelabuhan Roro Kuala Maras dibangun oleh BPTD Wilayah II dengan anggaran dari APBN tahun 2024 sebesar Rp36 miliar. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul transportasi laut strategis yang mendukung konektivitas antarwilayah di Kepulauan Anambas, khususnya Pulau Jemaja. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO