Buka konten ini

DNIPRO (BP) – Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim militer negaranya telah merebut dua desa di Ukraina. Masing-masing Zelenyi Hai di Oblast (wilayah seperti provinsi) Donetsk dan Maliivka di Oblast Dnipropetrovsk.
Kementerian tersebut menggambarkan Zelenyi Hai sebagai benteng utama formasi Ukraina di garis depan yang mencakup pendekatan ke perbatasan administratif Dnipropetrovsk. Khusus Dnipropetrovsk, wilayah tersebut menjadi oblast kelima yang diklaim Moskow sejak invasi 3,5 tahun lalu.
Wilayah sebelumnya adalah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Itu tidak termasuk Semenanjung Krimea karena telah dianeksasi pada 2014.
Juru bicara militer Ukraina Viktor Trehubov menyebut Zelenyi Hai memang salah satu dari beberapa daerah garis depan yang telah diserang Rusia dalam 24 jam terakhir. ”(Diserang) sampai 11 kali,” katanya. Sementara Maliivka juga telah diserang sampai 10 kali oleh pasukan Rusia.
Hanya Trehubov tidak mengakui bahwa desa-desa tersebut telah berpindah tangan ke Rusia. Dia hanya menyebut bahwa pasukan Ukraina melakukan pertempuran hebat untuk mempertahankan wilayahnya. Reuters juga tidak dapat secara independen mengonfirmasi laporan medan perang dari kedua belah pihak.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa pusat logistik Pokrovsk di Oblast Donetsk sebagai daerah yang diidentifikasi sebagai sasaran intens Rusia. ”Pokrovsk memerlukan perhatian khusus karena terus-menerus diserang,” katanya.
Tiga Hari setelah Perundingan di Turki
Bentrokan Rusia dan Ukraina yang memanas itu hanya selang tiga hari setelah kedua negara mengadakan pertemuan langsung ketiga di Istanbul, Turki, untuk menyelesaikan perang. Kedua belah pihak memang melaporkan kemajuan dalam pertukaran tawanan atau jasad korban perang, tetapi tidak ada terobosan yang diumumkan dalam hal gencatan senjata atau pertemuan pemimpin kedua negara. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO