Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Lubang besar di Jalan S Parman, tepatnya di jalur dari Mukakuning menuju Seibeduk usai pintu IV Kawasan Industri Batamindo, kian membahayakan pengendara. Kerusakan ini diduga akibat kebocoran pipa air di sisi jalan yang terus mengalir dan menggenangi ruas jalan hingga akhirnya menggerus aspal.
Sumardi, warga Seibeduk, mengatakan lubang itu awalnya kecil, namun semakin melebar seiring padatnya lalu lintas, terutama kendaraan berat.
“Awalnya kecil saja, tapi sekarang sudah lebar dan dalam. Air dari pipa bocor terus mengalir ke jalan dan membuat aspal cepat rusak,” ujarnya, pekan lalu.
Warga lainnya, Alamsyah, menyebut lubang itu sudah banyak memakan korban. “Baru dua malam lalu ada pengendara motor jatuh karena masuk lubang. Sudah sering kejadian kayak begini,” katanya prihatin.
Sebagai upaya darurat, warga menutup lubang dengan ranting dan memberi tanda agar pengendara waspada. Namun langkah itu dinilai hanya solusi sementara dan tidak cukup melindungi pengguna jalan dari kecelakaan.
Pantauan Batam Pos menunjukkan kondisi keseluruhan Jalan S Parman sangat memprihatinkan. Sejak dari Simpang Panbil, jalan dipenuhi lubang-lubang kecil dan bergelombang.
Meski tampak sepele, kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan.
“Kalau hujan dan malam hari, lubangnya nggak kelihatan. Sudah sering orang jatuh karena masuk lubang,” tutur Agus, pengemudi ojek online yang saban hari melintasi jalan itu.
Warga Seibeduk mendesak pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Pasalnya, Jalan S Parman merupakan akses utama satu-satunya menuju Seibeduk, salah satu kecamatan dengan pertumbuhan penduduk yang pesat di Batam.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyebut penanganan jalan rusak akan dilakukan secara tambal sulam terlebih dahulu. “Perbaikan menyeluruh menunggu alokasi anggaran yang sesuai,” ujarnya.
Namun warga menilai perbaikan tambal sulam bukan solusi jangka panjang. Mereka berharap Pemko Batam segera memperbaiki jalan secara menyeluruh agar jalur vital ini kembali aman dan nyaman dilintasi.
Dengan tingginya volume kendaraan dan pertumbuhan wilayah Seibeduk, perbaikan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK