Buka konten ini

BINTAN (BP) – Hasil tangkapan ikan bilis dari nelayan di sejumlah perairan Bintan sedang melimpah. Kondisi ini berdampak pada penurunan harga ikan bilis di tingkat pasar, salah satunya di Pasar Kangka, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.
Hamid, pedagang ikan bilis di pasar tersebut, menyebutkan bahwa harga saat ini berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan saat pasokan langka, ketika harga bisa melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram.
“Sekarang pasokan sedang banyak, jadi harganya lebih terjangkau,” ujar Hamid, Minggu (27/7).
Ia menjelaskan bahwa ikan bilis yang dijual berasal dari berbagai wilayah perairan Bintan, seperti Teluk Dalam, Berakit, dan daerah lainnya. Setelah diturunkan dari kapal nelayan, ikan bilis langsung dijemur untuk mengurangi kadar air dan menjaga daya tahannya.
“Biasanya dijemur mulai pagi sampai sekitar pukul satu atau dua siang. Penjemuran dilakukan di atas paranet dan terpal, di bawah sinar matahari langsung,” jelasnya.
Setelah benar-benar kering, ikan bilis baru siap dipasarkan ke konsumen. Proses pengeringan ini penting untuk menjaga kualitas dan cita rasa khas ikan bilis yang digemari masyarakat, baik untuk konsumsi langsung maupun dijadikan bahan oleh-oleh khas daerah. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO