Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam mengecam keras tindakan teror yang menyasar dua media daring di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Batamnews dan Ulasan Network. Teror dilakukan dalam bentuk pemesanan fiktif layanan ojek online yang mengerahkan ratusan pengemudi ke kantor kedua media tersebut pada Minggu (27/7) pagi.
Insiden pertama terjadi di kantor Batamnews, Batam, sekitar pukul 08.00 WIB. Ratusan driver Gojek dan Grab mendatangi kantor media tersebut dengan membawa pesanan palsu berupa penjemputan dokumen.
CEO Batamnews, Zuhri Muhammad, mengungkapkan bahwa sejak pagi hingga sore, lebih dari 100 pengemudi ojek online tiba di lokasi. Mereka mengaku mendapat orderan dari aplikasi, meski data pemesan tidak dapat ditelusuri.
“Penerima order bisa dihubungi, tapi mengaku tidak memesan. Sementara data pemesan tidak terlihat di aplikasi,” ujar Zuhri, mengutip keterangan salah satu driver, Adi.
Tidak lama kemudian, kejadian serupa dialami kantor Ulasan Network di Tanjungpinang. Belasan driver Gojek datang untuk mengambil dan mengantarkan koran ke Gedung Daerah. Padahal, Ulasan Network tidak memiliki produk koran cetak, karena sepenuhnya berbasis daring melalui platform ulasan.co dan Ulasan.tv.
Kepala Divisi Pemberitaan Ulasan Network, Muhammad Rakhmat, menyebut peristiwa ini sangat mencurigakan dan diduga kuat sebagai aksi terencana. “Order fiktif terhadap dua kantor berita ini sangat terstruktur dan kemungkinan dengan motif negatif,” ujarnya.
AJI Batam menilai kejadian ini sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers dan intimidasi jurnalistik. Mereka mendesak Kapolresta Batam dan Tanjungpinang mengusut pelaku dan mengungkap motif di balik aksi ini.
AJI mengingatkan, setiap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, dapat menempuh jalur yang melalui mekanisme Undang-Undang Pers, seperti hak jawab, hak koreksi, atau mengadukan ke Dewan Pers. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK