Buka konten ini

GAZA (BP) – Israel membuka lagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Keputusan tersebut berkat tekanan internasional selama sepekan terakhir seiring makin meningkatnya krisis kelaparan dan kekurangan gizi di Gaza.
Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan BBC, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan lewat udara untuk dilanjutkan. Pengiriman yang pertama setelah dibukanya kembali bantuan kemanusiaan terdiri dari tujuh palet tepung, gula, dan makanan kaleng yang disediakan salah satu organisasi internasional.
”Selain (bantuan kemanusiaan melalui) penerjunan udara, IDF mengatakan akan menciptakan jeda kemanusiaan di pusat-pusat sipil dan koridor-koridor kemanusiaan untuk memungkinkan penyaluran bantuan. Jam dan lokasi belum diumumkan secara publik,” tulis BBC.
Israel telah memutus semua pasokan ke Gaza sejak awal Maret dan melanjutkannya dengan pembatasan baru pada Mei. Israel awalnya menolak membuka blokade karena menganggap adanya klaim palsu tentang kelaparan yang disengaja di Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, sampai akhir pekan lalu tercatat 127 warga Palestina telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023. Dari jumlah itu, 85 di antaranya adalah anak-anak. ”Lima warga (Palestina) juga meninggal dunia akibat kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir,” tulis Kementerian Kesehatan Gaza.
Selain bantuan kemanusiaan, IDF kembali memasok listrik ke pabrik desalinasi di Gaza yang diyakini akan melayani sekitar 900 ribu penduduk. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO