Buka konten ini

Anambas (BP) – Pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi saksi semangat ratusan anak dari 54 desa dan kelurahan yang berkumpul dalam Apel Anak memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, Kamis (24/7).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, apel ini merupakan momentum penting untuk mempertegas komitmen terhadap perlindungan hak-hak anak dan menggaungkan kepedulian kolektif terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Apel dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Anambas, Sahtiar, yang dalam sambutannya menekankan bahwa isu perlindungan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar di Anambas.
“Dari dulu kita masih dihadapkan pada tantangan serius, terutama soal kekerasan seksual terhadap anak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghentikannya,” tegas Sahtiar di hadapan peserta apel.
Ia menekankan bahwa tingginya angka kekerasan terhadap anak bukan hanya persoalan pemerintah, melainkan harus menjadi perhatian semua pihak: orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar.
“Melindungi anak-anak sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa. Jika hari ini kita abai, jangan harap kita punya generasi unggul ke depan,” ujarnya.
Selain apel, kegiatan ini juga diisi dengan deklarasi perlindungan anak oleh perwakilan peserta, serta penyampaian pesan-pesan edukatif tentang hak anak dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Melalui peringatan HAN ke-41 ini, Pemkab Anambas ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mencintai dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Komitmen pemerintah daerah pun ditegaskan melalui rencana penguatan regulasi serta peningkatan layanan pendukung untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak, khususnya di wilayah kepulauan yang secara geografis tersebar dan cukup menantang dalam akses pengawasan.
“Anambas ingin menjadi kabupaten yang ramah anak, dan itu harus dimulai dari kesadaran kolektif kita semua,” tutup Sahtiar. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO