Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) menyampaikan bakal melakukan pengadaan tujuh kapal baru pada tahun 2025 senilai Rp700 miliar. Pengadaan ini terdiri dari dua kapal roro atau dry bulk serta lima kapal tongkang tugboat.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengatakan pengadaan ini sebagaimana sesuai dengan Rencana Corporate Plan (RCP). Pengadaan ini dilakukan sebagai bentuk investasi perusahaan yang dipimpinnya.
”Dari dana sendiri senilai Rp700 miliar. Sudah ada di rencana RCP kami untuk investasi menambah dua kapal komersial dan lima kapal tongkang tugboat,” kata Tri Andayani dalam konferensi pers di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/7).
Anda begitu biasa disapa membeberkan, perihal pengadaan kapal baru komersial hingga saat ini masih dalam proses kajian. Diantaranya untuk memutuskan jenis kapal penumpang apa yang akan dibeli, apakah kapal roro atau kapal dry bulk.
”Tadi dua kapal komersial ya ini lagi kita kaji ya, entah itu nanti kapal roro atau kapal dry bulk kemudian ada juga lima kapal tongkang tugboat,” jelasnya.
Sementara itu, pada awal Januari 2025, Dirut PT Pelni mengatakan bahwa Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diajukan pada 2024 sebesar Rp1,5 triliun telah cair dan akan digunakan untuk uang muka pengadaan tiga kapal baru, pengganti yang telah memasuki masa usia teknis.
Tri Andayani mengatakan, PMN tersebut diperoleh usai melalui proses yang panjang dari pembahasan awal yang dilakukan sejak Mei 2022 hingga cair pada awal 2025.
”Alhamdulillah sudah cair di tahun ini, untuk tiga unit kapal. Rp1,5 triliun ini yang kita terima, yang sudah cair ini untuk uang mukanya dulu,” kata Anda sapaan akrab Tri Andayani.
Dia menyampaikan, asumsi biaya pengadaan satu unit kapal dengan anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Sehingga secara total untuk pengadaan tiga unit kapal, Pelni membutuhkan anggaran sebesar Rp4,5 triliun.
Oleh karena itu, pihaknya telah mengajukan kembali PMN untuk 2025 sebesar Rp2,5 triliun untuk pelunasan. Pengajuan itu akan masuk pembahasan di Komisi VI DPR RI.
Dari rencana pengadaan tiga unit kapal tersebut, Pelni mengajukan PMN sebesar Rp4 triliun.
Sedangkan, Rp500 miliar sisanya akan menggunakan dana internal Pelni. ”Jadi (Rp 1,5 triliun) ini uang muka, kemudian nanti di 2025 ini kita mengajukan PMN di Rp 2,5 triliun. Rp500 miliar lagi dari mana? Dari duit kita sendiri dong,” kata Anda. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny