Buka konten ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa kualitas udara di Kepulauan Riau, khususnya Batam, masih dalam kategori aman. Hingga Kamis (24/7), tidak terdeteksi satu pun titik api (hotspot) di wilayah Kepri.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan, kabut asap tipis yang terlihat beberapa hari terakhir bukan berasal dari wilayah Kepri.
“Yang tampak di citra satelit dan dilingkari warna merah muda (pink) itu bukan dari Kepri. Titik api justru terpantau di Kalimantan dan Indragiri Hilir (Inhil),” kata Ramlan sambil menunjukkan peta sebaran titik api dan asap, Kamis (24/7).
Ramlan menjelaskan, kondisi udara di Kepri, khususnya Batam, saat ini masih dalam kategori sedang. Artinya, masih cukup aman bagi aktivitas harian masyarakat.
“Kalaupun terlihat kabut atau asap tipis, itu hanya berlangsung dari pagi hingga siang. Bukan sepanjang hari dan bukan berasal dari Kepri,” ujarnya.
Ia menyebut, pantauan satelit menunjukkan Kepri masih bebas dari hotspot. Cuaca dalam beberapa hari ke depan pun diprediksi cenderung berawan hingga hujan lokal, yang turut meminimalkan potensi munculnya titik api.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala dan menyampaikan perkembangan kondisi udara melalui kanal resmi BMKG,” tambahnya.
Ramlan juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu-isu yang menyebut udara Batam tidak sehat akibat kebakaran lahan.
“Kondisinya masih terkendali. Namun, kami tetap mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di musim kemarau seperti sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi dampak kesehatan akibat pencemaran udara, meskipun kualitas udara belum berada pada level berbahaya.
Didi menyebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berisiko meningkat jika kualitas udara memburuk, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit paru-paru, jantung, dan asma.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan menjalankan protokol pencegahan, seperti memantau kondisi kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup ventilasi saat udara memburuk, menggunakan penjernih udara, menjauhi sumber polusi, dan memakai masker saat berada di luar rumah. Jika mengalami gangguan pernapasan, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK