Buka konten ini
BATAM (BP) – Video yang memperlihatkan besi pembatas Jembatan 5 Barelang dipotong kembali viral di media sosial. Hal ini memunculkan kekhawatiran warga terkait keamanan infrastruktur tersebut. Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, membenarkan adanya pemotongan besi di jembatan tersebut.
Namun, Hendrizal menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah kejadian baru. Ia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya juga sempat beredar video yang menunjukkan kondisi serupa di lokasi yang sama.
“Sekarang ada lagi yang memvideokan jembatan itu, sehingga terkesan baru terjadi pemotongan. Padahal, itu kejadian lama. Kami menanggapi laporan dari video itu, lalu menelusuri, dan ternyata sudah pernah beredar video serupa di tahun-tahun sebelumnya. Jadi, besi itu bukan baru dipotong atau dicuri, tapi sudah lama. Tahun 2024 juga pernah ada yang memposting kondisi seperti itu,” ujarnya, Rabu (24/7).
Meski demikian, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan tidak ada kejadian baru yang luput dari pantauan. Hendrizal menegaskan, keamanan infrastruktur publik seperti jembatan harus menjadi perhatian bersama.
“Jembatan ini adalah akses penting bagi masyarakat di wilayah Barelang. Maka, mes-kipun dugaan pencurian ini bukan kejadian baru, kami tetap menyampaikan informasi ini kepada instansi terkait agar ada tindak lanjut berupa perbaikan dan pengawasan,” tambahnya.
Yasin, salah satu warga Galang Baru, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki bagian jembatan yang rusak agar tidak menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.
“Ini jembatan penting buat kami warga Galang. Kalau ada besi yang rusak atau dipotong, harus segera diperbaiki demi keamanan dan ketahanan jembatan,” ujarnya.
Ia juga berharap ada pemasangan kamera pengawas atau penjagaan tambahan di titik-titik rawan. “Kalau sudah rusak dan dibiarkan, nanti bisa membahayakan,” katanya.
Sementara itu, polisi mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. “Peran serta masyarakat penting agar infrastruktur kita tetap aman,” tutup Hendrizal.
Jembatan V merupakan salah satu dari enam jembatan penghubung di gugusan Barelang yang menghubungkan Batam dengan Pulau Galang. Selain menjadi akses vital bagi warga, jembatan ini juga sering dilintasi wisatawan sehingga kondisinya harus tetap terjaga.
Marak Pencurian Besi Pakai Bentor
Aksi pencurian besi belakangan meresahkan warga Kota Batam. Para pelaku kerap beraksi dengan menggunakan becak motor (bentor) untuk mengangkut hasil curiannya.
Seperti kasus pencurian besi reklame di kawasan Sei Panas, Batam Kota. Modus ini terungkap setelah jajaran Polsek Batam Kota menangkap pelakunya, JT (25), yang diketahui sebagai pemulung.
“Pelaku ini merupakan pemulung yang tinggal berpindah-pindah. Ia terakhir terlihat menggunakan bentor di sekitar jalan Fly Over Simpang Jam,” ujar Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta.
Dalam aksinya, pelaku mencuri besi pipa bulat berdiameter 16 cm, panjang sekitar 1,2 meter, dan ketebalan 20 mm. “Barang bukti yang kami amankan antara lain satu unit bentor dan potongan besi hasil curian,” katanya.
Agung menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga keamanan dan menindak tegas setiap tindak pidana, terutama yang merugikan masyarakat. “Kalau ada warga yang merasa dirugikan atau jadi korban kejahatan, segera laporkan,” imbaunya.
Kasus serupa sebelumnya juga diungkap Unit Reskrim Polsek Lubukbaja. Polisi menangkap Arfinus Moan Laga alias Fino (27), pada Rabu (2/7) malam, yang mencuri pagar rumah di Perumahan Nagoya Permai Blok C Nomor 10.
Dalam aksinya, Fino mencuri pagar rumah lalu mengangkutnya menggunakan bentor. Aksi tersebut dilakukan pada 25 Juni sekitar pukul 16.00 WIB.
Aksi Fino terekam kamera pengawas perumahan. Ia tampak datang bersama rekannya, M, yang diketahui sebagai warga Tanjunguma, Lubuk Baja. “Kami imbau warga agar selalu waspada,” tutup polisi. (*)
Reporter : Eusebius Sara – Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG