Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Aktor laga legendaris Bruce Willis kini menjalani hidup dalam diam. Diagnosa demensia frontotemporal yang dideritanya sejak 2022 telah berkembang pesat, membuatnya tak lagi bisa berbicara, membaca, bahkan berjalan secara normal.
Kondisi ini menjadi titik balik yang menyayat hati bagi para penggemar yang telah mengikuti kariernya selama puluhan tahun hingga menyandang status sebagai salah satu legenda Holywood.
Willis pertama kali diketahui mengidap afasia pada 2022, gangguan bahasa yang membuatnya sulit berbicara. Namun seiring waktu, penyakitnya berkembang menjadi demensia frontotemporal, yang menyerang bagian otak yang mengatur perilaku, bahasa, dan gerakan.
Laporan sepanjang 2023 hingga 2024 mengonfirmasi bahwa pemeran sekuel film laga Die Hard itu kini sepenuhnya non-verbal dan tidak lagi bisa membaca.
Ia juga mengalami gangguan motorik yang parah, meski pihak keluarga belum merinci sejauh apa penurunan fungsi mobilitasnya.
Dalam pernyataan resmi pada April 2025, keluarga Bruce Willis menyebut kondisinya saat ini stabil, meski penyakitnya terus bersifat progresif.
“Kami tetap mendampingi Bruce dengan kasih dan kekuatan keluarga yang utuh,” ujar mereka, seraya mengucapkan terima kasih atas cinta dan doa dari para penggemar di seluruh dunia.
Dilansir via The Express Tribune, di tengah spekulasi dan kekhawatiran publik yang terus berkembang, keluarga Willis berusaha menjaga transparansi tanpa mengeksploitasi privasi sang aktor.
Mereka juga berharap kisah Bruce dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap demensia frontotemporal, penyakit yang masih asing bagi banyak orang, namun sangat menghancurkan bagi penderitanya dan keluarga.
Kini, Bruce Willis tidak lagi hadir di layar lebar, namun warisan karya dan semangatnya tetap hidup di hati para penggemar.
Dukungan dan cinta yang mengalir dari seluruh dunia menjadi pengingat bahwa meski suara sang bintang telah hilang, dampaknya tak akan pernah padam. Ia akan terus dikenang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : Gustia Benny