Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Putra bungsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, menang telak dalam pemilihan ketua umum (ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia unggul jauh dari dua calon ketum PSI lainnya, Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang.
Tahun ini, PSI menggelar pemilihan ketum dengan mekanisme voting. Secara keseluruhan ada 167.306 anggota PSI yang memiliki hak suara. Namun, hanya 157.579 pemilik hak suara yang melakukan voting. Dari angka tersebut, Kaesang meraih 65,28 suara, Bro Ron 22,23 persen, dan Agus Mulyono Herlambang 12,49 persen.
Terpilihnya Kaesang menjadi ketum PSI periode 2025-2030 diumumkan dalam pembukaan Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (19/7). Kader PSI yang hadir dalam kongres tersebut menyambut kemenangan Kaesang dalam pemilihan yang berlangsung secara terbuka itu.
”Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Karena kompetisi ini sangat sehat dan adil,” ungkap Kaesang sebagaimana dikutip dari pemberitaan Radar Solo (grup Batam Pos).
Menurut Kaesang, 157.579 pemilik hak suara dalam pemilihan ketum PSI setara dengan 84 persen. Itu angka partisipasi yang sangat tinggi dalam proses pemilihan ketum lewat mekanisme voting.
Sebagai ketum terpilih, Kaesang mengaku puas dengan partisipasi yang sangat besar itu.
Di atas mimbar yang sama, Kaesang menyampaikan permohonan maaf karena PSI tidak berhasil masuk parlemen melalui pemilu 2024. Namun, dia sangat yakin pada 2029 mendatang, PSI menjadi partai yang diperhitungkan oleh partai-partai peserta pemilu lainnya.
”Izinkan juga saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan kader PSI karena saya gagal membawa partai ini masuk ke Senayan. Tapi ingat, di 2029 nanti kita akan menjadi partai yang diperhitungkan,” kata dia optimistis.
Menurut Kaesang, pada pemilu lalu dia hanya memiliki waktu 3 bulan untuk berkampanye. Meski begitu, PSI mencatat peningkatan raihan suara yang signifikan, khususnya di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten-kota. Bersama calon ketum dan seluruh kader PSI, dia yakin bisa menembus parlemen di pemilu selanjutnya.
”Periode lalu saya cuma diberi waktu tiga bulan. Sekarang saya punya empat tahun. Percaya sama saya. Mungkin orang menganggap kita gajah kecil. Tapi gajah kecil itu tetap besar. Jadi, lihat nanti,” ujarnya. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol