Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kabupaten Bintan masih dihadapkan pada persoalan buang air besar sembarangan (BABS). Dari total 51 desa dan kelurahan yang ada, baru 26 yang dinyatakan bebas dari praktik tersebut atau telah mencapai status Open Defecation Free (ODF). Artinya, masih ada 25 desa dan kelurahan yang belum terbebas dari BABS.
Sekretaris Forum Kabupaten Bintan Sehat (FKBS), Rhadiah, mengatakan bahwa penanganan perilaku BABS merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Dari 51 desa dan kelurahan, baru 26 yang sudah ODF. Ini baru sekitar 54,6 persen dari target,” ungkap Rhadiah usai pengukuhan pengurus FKBS di Aula Kantor Bupati Bintan, Kamis (17/7).
Ia menambahkan, untuk dapat mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, minimal capaian ODF harus berada di angka 80 persen, khususnya untuk kategori padapa. Adapun untuk kategori yang lebih tinggi seperti wiwerda dan wistara, targetnya bahkan lebih tinggi.
“Karena itu, kehadiran FKBS diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang masih banyak ditemukan praktik buang air besar langsung ke laut, menggunakan jamban cemplung, hingga WC terbang,” jelas Rhadiah.
Menurutnya, edukasi menjadi kunci untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mau meninggalkan kebiasaan yang tidak sehat tersebut. Ia menekankan pentingnya peran aktif forum dalam menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan yang hadir sekaligus mengukuhkan pengurus FKBS, menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam mewujudkan Bintan sebagai wilayah yang sehat dan nyaman untuk ditinggali.
“Setiap perangkat daerah yang menjadi koordinator di tatanan-tatanan KKS harus memahami peran dan tugasnya, serta menjalankannya semaksimal mungkin demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pesan Roby.
Ketua FKBS periode 2025–2030, Hafizha Rahmadhani, juga menyampaikan harapannya agar seluruh anggota forum dapat menjaga komunikasi yang baik dan memahami tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan cita-cita bersama, Bintan yang sehat dan bersih. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO