Buka konten ini

PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung ke Kota Batam untuk meninjau aktivitas cut and fill atau pengurukan lahan di kawasan Bukit Hotel Vista. BP Batam menyatakan akan menunggu hasil kajian teknis sebelum memutuskan apakah proyek ini akan dihentikan total atau tetap dilanjutkan.
Aktivitas pemotongan bukit di kawasan Hotel Vista, Batam, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Kementerian PUPR telah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan terhadap pekerjaan cut and fill yang dinilai berisiko terhadap kontur tanah dan infrastruktur di sekitarnya.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis yang dilakukan oleh tim di lapangan. Ia mengaku belum berkomunikasi lebih dalam dengan pihak kementerian hingga saat ini. “Sampai hari ini saya belum berkomunikasi lebih dalam dengan pihak kementerian itu. Insya Allah, setelah agenda ini, kami akan kembali ke BP Batam,” katanya, Selasa (15/7).
Ia berharap hasil kajian teknis dari tim dapat segera diperoleh dalam waktu dekat. ”Mudah-mudahan sore ini sudah dapat gambaran mengenai apa yang direkomendasikan tim teknis kita untuk menangani persoalan di Hotel Vista itu,” tambahnya.
Terkait kemungkinan penghentian total proyek, ia tidak menutup kemungkinan tersebut. Jika hasil kajian menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap kestabilan tanah, maka pro-yek harus dihentikan.
“Bisa, bisa jadi. Yang pasti, kalau sekiranya kajiannya menunjukkan dampak cut and fill itu menekan kontur tanah di bawah, tentu kita harus hentikan. Tidak mungkin dibiarkan jika ada konsekuensi besar bagi masyarakat,” kata Amsakar.
Namun demikian, apabila proyek dinyatakan masih bisa dilanjutkan oleh para ahli berdasarkan pertimbangan ilmiah yang matang, BP Batam akan mengikuti arahan tersebut.
“Kalau kajiannya menyatakan proyek bisa dilanjutkan, kita percaya pada analisis-analisis yang cermat oleh orang-orang yang ahli, berdasarkan pertimbangan ilmiah. Sehingga kita yakin, nantinya proyek itu akan diarahkan ke mana,” tambahnya.
Amsakar pun meminta semua pihak bersabar menunggu hasil final dari tim teknis. “Jadi, tunggu dulu. Beri kami waktu untuk mendapatkan informasi yang detail mengenai apa yang direkomendasikan kepada kami,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas cut and fill di kawasan Bukit Hotel Vista dihentikan secara paksa oleh BP Batam. Bukan tanpa alasan, proyek urukan lahan itu dinilai membahayakan infrastruktur vital hingga mengancam pasokan air bersih. Kini, Kementerian PUPR bersiap turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian lapangan.
Penghentian aktivitas pemotongan bukit tersebut menyusul hasil inspeksi mendadak (sidak) beberapa hari lalu. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penghentian dilakukan karena adanya risiko besar terhadap lingkungan dan infrastruktur sekitar.
“Pasca kami melakukan sidak, cuaca memang agak ekstrem. Terlalu besar konsekuensinya kalau aktivitas itu berlanjut. Karena itu, saya putuskan untuk menghentikan aktivitas cut and fill itu,” ujarnya, Minggu (13/7).
Aktivitas tersebut telah menyebabkan dampak signifikan terhadap kontur tanah dan infrastruktur di bawahnya, termasuk jaringan pipa air milik BP Batam. “Cut and fill di sana membuat tanah terangkat. Pipa air kita juga terdampak. Tim teknis BP Batam dan Pemko Batam telah mengkaji, ternyata ini disebabkan oleh tekanan air yang membuat massa tanah menjadi berat dan berisiko,” kata Amsakar.
Sejalan dengan itu, BP Batam telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Kementerian dijadwalkan turun ke Batam pada Senin (14/7) untuk melakukan kajian teknis atas kondisi lahan dan keamanan struktur kawasan tersebut. “Hasil kajiannya kemungkinan keluar dua sampai tiga hari setelah itu. Tapi yang paling penting, kami sudah menghentikan aktivitas cut and fill di Bukit Vista,” ujarnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa aktivitas terbatas masih berlangsung di lapisan bawah tanah sebagai upaya mengurai tekanan agar tidak terjadi longsor atau penumpukan massa tanah yang membahayakan.
“Kalau ada aktivitas hari ini, itu lebih pada mengurai tanah di bawah agar tidak menumpuk dan menimbulkan tekanan besar,” ujarnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG