Buka konten ini

Harga daging beku di Kota Batam melonjak tajam hingga menyentuh Rp120 ribu per kilogram (kg). Lonjakan ini memicu keprihatinan masyarakat, terlebih menjelang momen konsumsi tinggi seperti tahun ajaran baru dan masa liburan.
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menggelar rapat darurat bersama para distributor, Selasa (15/7), untuk membahas akar persoalan dan menentukan langkah penanganan.
“Besok kami rapatkan bersama unsur pemerintah dan distributor mengenai stok sembako dan harga. Kami belum tahu kendalanya apa saja. Nanti setelah rapat baru bisa saya sampaikan lebih detail,” ujar Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, Senin (14/7).
Sementara itu, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Bapok) Batam, Ariyanto, menyebutkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti lonjakan harga. Namun, dari sisi distributor memang telah terjadi kenaikan.
“Besok pagi kami ada rapat bersama pemerintah mengenai harga daging beku itu. Saya masih sedang melacak (penyebabnya), termasuk perkembangannya. Dari kami memang ada kenaikan harga. Tapi detailnya akan kami sampaikan seusai rapat,” jelasnya.
Ia menyebut, harga normal daging beku biasanya berkisar antara Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan hingga Rp120 ribu dinilai sangat tidak wajar dan di luar tren pasar biasanya.
Pasokan daging beku di Batam selama ini berasal dari Australia dan Selandia Baru. Produk tersebut transit terlebih dahulu di Singapura sebelum masuk ke Batam. Maka, kondisi di negara asal maupun kebijakan dari Singapura sangat memengaruhi harga akhir di pasar lokal.
“Sebenarnya kalau ada kenaikan harga, potensi turun itu pasti ada. Tapi tergantung dari pabrik. Kalau pabriknya naik, ya kami ikut naik. Kalau turun, ya ikut turun juga. Jadi fluktuasinya mengikuti harga dari sumber,” tambahnya.
Kenaikan harga ini turut dikeluhkan warga. Ita, warga Batuampar, mengaku terkejut saat mendapati harga daging beku melonjak drastis. “Beberapa waktu lalu saya beli Rp95 ribu per kilo, sekarang jadi Rp120 ribu. Masak harganya mendekati daging segar sekitar Rp150 ribu,” ujarnya.
Ita berharap pemerintah segera turun tangan agar harga daging kembali stabil. “Kalau begini terus, masyarakat menengah ke bawah makin kesulitan. Padahal daging beku itu alternatif dari daging segar,” ucapnya.
Rapat koordinasi hari ini diharapkan bisa melahirkan solusi konkret untuk menstabilkan harga dan menjaga pasokan tetap aman di pasar lokal. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK