Buka konten ini

PHNOM PENH (BP) – Mulai tahun depan, militer Kamboja akan merekrut warga sipil untuk wajib militer (wamil). Hal ini karena meningkatnya ketegangan dengan Thailand.
Dilansir dari AFP, Senin (14/7), pemerintah Kamboja melalui Perdana Menteri Hun Manet telah mengaktifkan UU Wamil. UU tersebut mewajibkan seluruh warga yang berusia 18 tahun sampai 30 tahun untuk menjalani wamil selama 18 bulan. Sejak disahkan pada 2006, baru kali ini UU tersebut dijalankan.
Ketegangan dengan Thailand dianggap sebagai pemicu diberlakukannya UU Wamil. Dimulai pada Mei lalu ketika meletus permasalahan perbatasan di antara kedua negara. Satu orang tentara Kamboja tewas. Dampak dari konflik itu terasa sampai sekarang. Yakni, perbatasan ditutup dan Kamboja melarang impor bahan bakar dan gas dari Thailand.
“Konfrontasi ini menjadi pelajaran bagi kami dan merupakan kesempatan untuk meninjau target kami untuk reformasi militer,” kata Hun Manet. Akan tetapi, Manet menyangkal wamil diberlalukan karena ketegangaan antara Kamboja dengan Thailand. ”Pembangunan militer kami bukan untuk menyerang wilayah siapapun,” jelasnya.
Berbeda dengan aturan di UU, masa wamil kali ini lebih lama. Yang sebelumnya 18 bulan jadi 24 bulan. Karena itu, Manet mempertimbangkan untuk peningkatan anggaran pertahanan Kamboja.
Sementara di Thailand, wamil memang sudah diterapkan. Bedanya, hanya untuk laki-laki dan diberlakukan dengan model undian. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO