Buka konten ini
NEW DELHI (BP) – Ada temuan cukup mengejutkan dalam laporan hasil investigasi kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan 269 orang pada 12 Juni lalu. Yaitu kebingungan yang terekam di kokpit perihal saklar bahan bakar mesin pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner itu yang tiba-tiba berpindah posisi run ke cutoff setelah lepas landas.
Menurut laporan yang dirilis oleh Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) dan dilansir dari Reuters kemarin (13/7), perpindahan posisi saklar merupakan hal yang sangat krusial di pesawat. Sebab, dengan kondisi kedua saklar bahan bakar berpindah hampir bersamaan ke posisi cut off, telah menyebabkan mesin kehilangan suplai bahan bakar. Mesin pun kehilangan daya dorong.
Hal tersebut diperkuat oleh rekaman CCTv yang menunjukkan sumber daya cadangan atau ram air turbine telah diaktifkan. Itu menandakan hilangnya daya dari mesin.
Identitas Percakapan Tidak Disebutkan Jelas
Dalam laporan tersebut juga dibeberkan salah satu pilot terdengar bertanya kepada yang lain mengapa saklar bahan bakar dimatikan. Namun, pilot lainnya menjawab jika dirinya tidak melakukan hal tersebut.
Tidak disebutkan dengan jelas identitas masing-masing pilot dalam percakapan tersebut. Termasuk siapa yang mengirimkan sinyal darurat mayday, mayday, mayday sebelum kecelakaan.
Yang jelas, kapten pesawat adalah Sumeet Sabharwal. Pria 56 tahun itu tercatat memiliki jam terbang 15.638 jam dan merupakan seorang instruktur di Air India. Sementara kopilot adalah Clive Kunder (32 tahun) yang memiliki 3.403 jam pengalaman terbang.
Sayangnya, belum dijelaskan bagaimana saklar itu bisa berpindah ke posisi cut off secara tiba-tiba. Menteri Penerbangan Sipil India Ram Mohan Naidu meminta tak ada spekulasi sebelum laporan akhir keluar.
“Kita peduli terhadap kesejahteraan pilot. Jadi, mari kita tidak terburu-buru menyimpulkan apa pun sebelum laporan akhir keluar,” tuturnya.
Untuk diketahui, AAIB wajib menyusun laporan awal dalam 30 hari setelah insiden. Sementara laporan akhir diharapkan terbit dalam waktu satu tahun.
Merespon laporan investigasi, para pengamat menyebut bahwa secara umum tidak mungkin pilot secara tidak sengaja memindahkan saklar bahan bakar.
”Kalau memang pilot yang memindahkannya, kenapa dia melakukannya?” ungkap Anthony Brickhouse, pakar keselamatan penerbangan asal Amerika Serikat.
Pakar penerbangan John Nance menambahkan, pemindahan saklar ke posisi cutoff biasanya hanya dilakukan saat pesawat telah tiba di gerbang bandara atau dalam kondisi darurat seperti kebakaran mesin. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO