Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat resmi dimulai, Minggu (13/7). Sekolah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu dilaksanakan di 63 titik di seluruh Indonesia.
Sebelum dimulai, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo telah melakukan safari ke sejumlah titik Sekolah Rakyat untuk memastikan persiapan pembukaan. Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi, Jawa Barat, Sab-tu (12/7).
“Masa orientasi akan digelar serentak di 63 titik dan 37 titik berikutnya menyusul pada akhir bulan,” ujar Gus Ipul.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu memastikan kepala sekolah, guru hingga siswa sudah siap di 63 titik tersebut. Terkait Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi, ia mengungkapkan, bahwa gedung yang ditempati hanya bersifat sementara hingga satu tahun ke depan. Sebab, nantinya akan dibangun gedung permanen.
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi memiliki jumlah siswa sebanyak 100 anak yang terbagi dalam 4 rombongan belajar. Rinciannya terdiri dari 50 anak laki-laki dan 50 anak perempuan.
Sedangkan Agus juga telah resmi menutup kegiatan pembekalan bagi guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang telah dilaksanakan secara daring sejak 10 Juli 2025, pada Sabtu. Pembekalan intensif ini diikuti oleh 1.569 guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah Indonesia.
Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait kurikulum Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif dan ramah anak, serta pendekatan berbasis hak asasi manusia (HAM). Selain itu, juga pengenalan metode talent mapping yang relevan dengan karakter dan kebutuhan siswa.
Wamensos menekankan, guru Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tapi juga memiliki empati mendalam terhadap siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. “Kita sering bicara soal kemiskinan, tapi lupa bahwa hanya pendidikan yang benar-benar mampu memutus mata rantainya. Dan para guru Sekolah Rakyat adalah pelopornya,” katanya.
Seusai menutup pembekalan, Agus sempat meninjau secara langsung berbagai fasilitas yang akan digunakan oleh siswa Sekolah Rakyat di Poltekesos, Kota Bandung. Peninjauan mencakup asrama, ruang kelas, dan laboratorium. Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari 52 laki-laki dan 48 perempuan dijadwalkan masuk dan akan mengawali hari pertama dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
Selain kesiapan fasilitas asrama dan ruang belajar, Wamensos Agus Jabo juga meninjau langsung kesiapan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan di hari pertama sekolah. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari tahap awal orientasi siswa, untuk memastikan mereka dalam kondisi fisik yang layak mengikuti proses belajar.
Lebih lanjut, Gus Ipul me-ngungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung, yang putus atau bahkan belum pernah bersekolah. Berdasarkan data BPS Susenas Maret 2024, terdapat 4.160.429 anak usia sekolah (7,63 persen) yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi. Selain itu, 74,51 persen kepala rumah tangga miskin ekstrem hanya berpendidikan SD ke bawah, menunjukkan kuatnya transmisi kemiskinan akibat rendahnya pendidikan orang tua.
“Itu sebabnya Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar mereka bisa sekolah di tempat berkualitas,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG