
Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga Kemendikdasmen; Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya
Tahapan sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk sekolah negeri dan swasta hampir tuntas. Sekolah negeri dan swasta dengan kategori unggulan pasti dapat melalui SPMB dengan percaya diri. Hal itu karena calon murid baru yang mendaftar ke sekolah berkategori unggulan umumnya berjubel. Bahkan, untuk sekolah swasta berkategori besar dan mapan, ada yang menerapkan SPMB sepanjang tahun dengan sistem inden.
Sementara untuk sekolah negeri dan swasta berkategori non-unggulan, tahapan SMPB serasa uji nyali. Pimpinan sekolah kategori ini pasti dihantui kekhawatiran tidak memperoleh murid baru seperti yang diharapkan. Jika kondisi itu benar-benar terjadi, keberlanjutan sekolah akan dipertaruhkan. Guru-guru tersertifikasi juga terancam tidak dapat memenuhi jam mengajar. Dampaknya, mereka akan kehilangan tunjangan sertifikasi.
Setelah SPMB tuntas, tahapan selanjutnya adalah penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) untuk murid baru. Pelaksanaan MPLS di setiap jenjang pendidikan dimulai pada Senin–Jumat (14–18 Juli 2025). Pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenalkan kebijakan dengan tagline: MPLS Ramah.
Pembelajaran Mendalam
Ketentuan MPLS Ramah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (SE Mendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2025. SE Mendikdasmen berlaku untuk jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. MPLS Ramah merupakan kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan satuan pendidikan. Kegiatan itu penting untuk mengenalkan profil lulusan, kurikulum, warga belajar, dan lingkungan sekolah.
MPLS Ramah dirancang dengan spirit memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan menggembirakan (joyful learning). Tiga prinsip pengalaman belajar itu dikenal dengan pembelajaran mendalam (deep learning). Dalam banyak kesempatan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru.
Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan dalam proses belajar dan mengajar. Pembelajaran mendalam penting untuk menyempurnakan implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Dua kurikulum itu tetap digunakan pada tahun ajaran baru 2025/2026. Melalui pembelajaran mendalam, kegiatan MPLS Ramah benar-benar menekankan pada nilai keramahtamahan sehingga murid baru akan belajar dengan aman dan nyaman serasa berada di rumah sendiri.
Memuliakan Murid
Kata ’’ramah’’ yang disematkan dalam MPLS model baru ini tentu bertujuan mulia. Dengan menekankan kata ’’ramah’’, berarti pelaksanaan MPLS harus terbebas dari kekerasan alias nirkekerasan. Selama lima hari mengikuti MPLS Ramah di masing-masing satuan pendidikan, murid baru dapat menikmati semua kegiatan dengan ceria, bergembira, dan berbahagia.
MPLS Ramah juga menekankan pentingnya memuliakan setiap murid baru. Prinsip ’’memuliakan’’ jelas sejalan dengan konsep pendidikan holistik (holistic education). Salah satu prinsip pendidikan holistik menegaskan: Honoring students as individuals: individual uniqueness. Prinsip tersebut mengajarkan bahwa setiap murid merupakan pribadi yang unik. Hal itu berarti setiap murid dengan minat dan bakat yang berbeda-beda penting dihargai dan difasilitasi.
Dalam konsep pendidikan holistik, pendidik bahkan dilarang memberikan label bernada negatif pada anak. Label anak bodoh, anak nakal, dan ungkapan yang semakna dengan itu akan menjadikan anak-anak terstigma tidak baik. Pada akhirnya, anak-anak menjadi kurang percaya diri. Padahal, semua anak pasti bertalenta hebat sesuai dengan anugerah yang diberikan Tuhan. Tugas pendidik adalah membantu anak-anak menemukan bakat dan minat masing-masing.
Untuk itulah, salah satu materi penting dalam MPLS Ramah adalah menemukan bakat dan minat murid. Prinsip memuliakan anak-anak dalam MPLS Ramah harus tecermin melalui seluruh kegiatan. Prinsip pembelajaran yang memuliakan meniscayakan semua ekosistem sekolah saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan menekankan pentingnya pembelajaran yang memuliakan, seluruh kegiatan MPLS dipastikan ramah dengan anak dan nirkekerasan. Pembelajaran yang memuliakan murid itu penting dilakukan para pendidik melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara holistik dan terpadu.
Materi
MPLS Ramah penting menjadi bagian dari kegiatan internalisasi nilai-nilai karakter. Untuk itulah, selama lima hari kegiatan MPLS Ramah, murid baru akan menerima beberapa materi utama. Di antaranya, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, delapan dimensi profil lulusan, pencegahan judi online, bahaya narkoba, keadaban digital, serta budaya hidup bersih dan sehat.
Tidak semua materi disampaikan di setiap jenjang pendidikan. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak. Yang penting, materi tersebut tidak berhenti pada pengetahuan semata. Setiap pendidik di satuan pendidikan harus memberikan keteladanan agar materi yang diberikan dalam MPLS Ramah menjadi kebiasaan dalam keseharian anak-anak. Jika budaya berperilaku baik terwujud sejak dini, pada saatnya kita akan menyaksikan anak-anak menjadi bagian dari generasi emas bangsa yang berkarakter. (*)