Buka konten ini
BATAM (BP) – Untuk mengatasi penumpukan peserta didik baru di sejumlah SMK negeri di Batam, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berencana mengubah status SMAN 27 Batam di kawasan Batuaji menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi lulusan SMP dan MTs yang belum tertampung di sekolah negeri.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, membenarkan bahwa rencana pengalihan fungsi sekolah tersebut sudah diwacanakan. Bahkan, proses penerimaan siswa SMKN 12 telah dimasukkan dalam skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang baru saja selesai digelar.
“Itu memang sudah diwacanakan. Tapi kepastian dan teknisnya nanti dari Pak Kadisdik Kepri saja ya,” ujar Kasdianto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anak ke sekolah kejuruan cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan sejumlah SMK favorit seperti SMKN 1 dan SMKN 5 kewalahan menerima peserta didik baru, sementara sekolah lain justru masih memiliki daya tampung.
“Peminat SMK di Batam sangat tinggi. Tidak semua sekolah bisa mengakomodasi,” katanya.
Ketimpangan ini dinilai terjadi bukan karena kurangnya daya tampung secara keseluruhan, melainkan karena konsentrasi pendaftaran di sekolah-sekolah unggulan. Akibatnya, terjadi penumpukan pendaftar di beberapa sekolah, sedangkan sekolah lain terutama jenjang SMA masih bisa menampung calon peserta didik.
Pemerintah pun merespons dengan membuka Posko Penyaluran Calon Murid Baru, khusus untuk siswa yang belum lolos seleksi dan belum mendapatkan bangku di sekolah negeri. Posko ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada siswa yang kehilangan akses pendidikan.
Posko penyaluran dibuka pada 3–5 Juli 2025, bertempat di empat sekolah negeri: SMAN 1 Batam, SMAN 5 Batam, SMKN 7 Batam, dan SMAN 16 Batam. Posko ini melayani pendaftaran sesuai zonasi tempat tinggal dan kuota sekolah yang masih tersedia.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan telah meluncurkan sistem penyaluran siswa baru sebagai bagian dari SPMB 2025/2026. Sistem ini ditujukan untuk membantu siswa yang belum tertampung karena tidak lolos seleksi jalur reguler PPDB.
Langkah konversi SMAN 27 menjadi SMK negeri dinilai strategis, mengingat Batuaji merupakan salah satu wilayah dengan jumlah lulusan SMP dan MTs tertinggi di Batam. Kebutuhan akan sekolah kejuruan di kawasan ini pun tergolong mendesak.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan merupakan tanggung jawab negara.
“Tidak boleh ada satu pun lulusan SMP yang kehilangan hak atas pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung di sekolah negeri,” tegasnya.
Pemerintah, kata dia, akan terus memantau proses ini dan siap mengeluarkan kebijakan lanjutan berdasarkan kondisi lapangan. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG