Buka konten ini
LONDON (BP) – Amazon secara resmi meluncurkan sistem robotika otonom terbaru. Teknologi tersebut tidak sekadar bisa mempercepat pengemasan dan pengiriman barang, tetapi juga menjadi simbol pergeseran struktural dalam dunia kerja. Yakni, robot mulai menggantikan peran manusia dalam jumlah signifikan.
Pencapaian tersebut menjadikan Amazon sebagai perusahaan pertama yang jumlah robotnya di pusat distribusi mereka di Inggris hampir melampaui jumlah tenaga kerja manusia.
Union Rayo, Senin (7/7) melansir, Amazon tercatat telah mengoperasikan lebih dari satu juta unit mesin sejak 2020. Mulai lengan robotik otomatis hingga kendaraan pengantar beroda yang bisa bergerak mandiri di dalam gudang.
“Seperti setiap transformasi teknologi, akan ada lebih sedikit orang yang melakukan pekerjaan yang telah diotomatisasi,” kata CEO Amazon Andy Jassy.
Sejak 2019, Amazon mengklaim telah melatih lebih dari 700 ribu karyawan untuk beradaptasi dengan teknologi baru. Namun, angka itu kontras dengan kenyataan di lapangan. Lebih dari 27 ribu pekerja telah diberhentikan sejak 2022. Banyak posisi yang dihapus dan tak lagi digantikan manusia, tetapi oleh mesin. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO