Buka konten ini
BATAM (BP) – Musim hujan membawa ketenangan, juga mendatangkan sejumlah tantangan kesehatan, khususnya dalam hal keamanan pangan.
Meskipun banyak orang menyukai sayuran, kondisi lembap saat musim hujan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan patogen lainnya, yang menyebabkan kontaminasi dan infeksi makanan.
Walau sayuran merupakan landasan diet sehat, tidak semuanya aman dan dianjurkan selama musim hujan.
Beberapa sayuran, jika tidak ditangani atau dimasak dengan benar, dapat meningkatkan risiko infeksi, masalah perut, dan keracunan makanan.
Dilansir English jagran, berikut 4 sayuran yang harus dihindari selama musim hujan.
1. Sayuran Hijau
Sayuran berdaun hijau dianggap sebagai sumber nutrisi yang sangat baik di musim kemarau.
Selama musim hujan, sayuran berdaun hijau ini rentan terhadap risiko infeksi.
Meskipun dicuci bersih, sayuran berdaun hijau masih dapat menyimpan mikroba karena tekstur dan kandungan air yang tinggi.
Peluang pertumbuhan bakteri tinggi, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
2. Jamur
Jamur disukai karena rasa dan tekstur yang gurih, tetapi di musim hujan, jamur dapat menimbulkan masalah kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.
Karena sifatnya yang seperti spons, jamur menyerap kelembapan dari lingkungan, yang juga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
3. Kentang
Meskipun tidak berbahaya, kentang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi jika berkecambah karena kelembaban yang berlebihan.
Kentang yang berkecambah mengandung senyawa yang disebut solanin, yang beracun dan menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, dan lainnya.
4. Sayuran Silangan
Sayuran silangan seperti kubis dan kembang kol dianggap sebagai kelompok sayuran lain yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri selama musim hujan.
Lapisan yang rapat mengandung banyak air, kotoran, dan mikroorganisme bahkan setelah dicuci dan risikonya meningkat selama musim hujan. (*)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK