Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Kebakaran hebat melanda lokasi penyimpanan mainan anak-anak di Coastal Area Hall Blok B, Pulau Karimun, Jumat (4/7) pagi pukul 08.30 WIB. Api melalap puluhan unit mobil listrik, sepeda, motor mainan, hingga gerobak es krim yang umumnya menggunakan aki atau baterai sebagai sumber tenaga.
Kepolisian dan Tim Inafis Polres Karimun telah turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Kapolsek Kota Balai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan, dugaan sementara api berasal dari bagian belakang area penyimpanan, tepat di samping toilet umum Hall B.
“Api dengan cepat membesar karena terbantu angin kencang dan bahan mainan yang mudah terbakar,” ujar Andri kepada Batam Pos. Ia menambahkan, kerugian masih dalam proses pendataan.
Menurut hasil identifikasi awal, sedikitnya delapan pemilik mainan menjadi korban dalam kebakaran ini. Data sementara mencatat 62 unit mobil listrik milik tujuh orang, 28 unit motor listrik dari lima orang, serta 46 unit sepeda listrik hangus terbakar. Belum termasuk berbagai mainan anak-anak lain yang turut menjadi arang.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Hendra Hidayat, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran pagi itu dan langsung mengerahkan tim ke lokasi. “Asap tebal sudah membumbung tinggi saat kami tiba. Untungnya, api berhasil kami kendalikan sebelum menjalar ke gudang mainan lain di sekitar lokasi,” ujarnya.
Edi, salah satu penjaga arena permainan, mengatakan bahwa area tersebut memang digunakan untuk menyimpan mainan usai dipakai beroperasi setiap malam. Mainan biasanya ditumpuk dan ditutup terpal agar aman dari hujan dan debu. Pemiliknya lebih dari lima orang. “Semua barang disimpan rapi, tapi tetap saja tidak bisa diselamatkan,’’ katanya.
Jaya, salah satu pemilik mainan, datang ke lokasi saat api sudah membesar. Ia nekat masuk ke dalam kobaran api demi menyelamatkan mainan miliknya. “Saya hanya bisa selamatkan tujuh dari 16 unit yang saya punya. Itu pun beberapa sudah hangus sebagian,” kata Jaya. Dari pengakuannya, sembilan unit lainnya, termasuk gerobak dan freezer es krim, ludes terbakar. Total kerugian yang dideritanya ditaksir mencapai Rp300 juta, dengan harga satu unit mobil mainan sekitar Rp30 juta.
Sementara itu, Syaikurozi, pemilik mainan lain di lokasi yang sama, bergegas datang setelah mendapat pesan WhatsApp dari rekan sesama pedagang. “Khawatir ikut terbakar, saya segera evakuasi semua mainan milik saya,” katanya.
Menurutnya, nilai kerugian kolektif dari seluruh pemilik bisa mencapai Rp1 miliar lebih, mengingat banyaknya unit kendaraan listrik yang hangus.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi mengimbau warga dan pengelola arena permainan untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat menyimpan benda-benda yang bersumber daya listrik. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO