Buka konten ini
BINTAN (BP) – Pelabuhan Seri Kuala Tanjung di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, perlahan berubah menjadi besi tua. Dermaga yang dulunya sempat melayani pelayaran speedboat BatamTanjungpinang itu kini terbengkalai, hanya menyisakan pagar-pagar besi berkarat dan beberapa bagian yang hilang.
Lokasinya sebenarnya strategis. Hanya sepelemparan batu dari Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam. Namun, setelah beroperasi sebentar untuk rute TelagapunggurLobamTanjungpinang, pelabuhan ini tak lagi difungsikan. Kini ia lebih sering menjadi tempat warga berolahraga, memancing, atau sekadar menikmati senja.
“Pelabuhan ini sudah seperti ruang publik, banyak warga datang untuk bersepeda atau membawa anak bermain. Tapi kondisinya sangat membahayakan,” kata Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairry Sembiring, Jumat (4/7).
Suhairry mengaku khawatir dengan keselamatan pengunjung. Pagar pembatas yang semestinya menjadi pelindung dari tepi dermaga telah keropos dan menghilang di sejumlah sisi. Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan peremajaan demi keselamatan warga.
Kekhawatiran itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi. Ia menjelaskan, Pelabuhan Seri Kuala Tanjung semula merupakan aset Pemerintah Provinsi Kepri yang kemudian diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Namun, saat ini, aset tersebut telah dikembalikan ke provinsi.
“Kami memang pernah operasikan pelayaran dari Telagapunggur, singgah di Lobam, lalu ke Tanjungpinang. Tapi sekarang belum difungsikan kembali,” ujar Junaidi.
Ia menambahkan, karena pelabuhan belum diaktifkan, masyarakat yang berkunjung ke area dermaga diminta berhati-hati. Pemprov Kepri, menurut dia, sedang menyusun kajian pengembangan pelabuhan untuk keperluan logistik, mengingat letaknya yang berdekatan dengan kawasan industri.
“Potensinya ada untuk kegiatan bongkar muat. Tapi tentu perlu perencanaan matang,’’ kata Junaidi. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO