Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Penurunan prestasi di badminton membuat serangan negatif diarahkan ke pemain lewat media sosial (medsos). Baik medsos federasi maupun langsung ke pemain.
“Sebenarnya medsos itu bisa menambah semangat kita. Jadi dibaca sih. Tapi jangan buat kita sampai down,” ungkap eks pelatih ganda putra Aryono Miranat saat diwawancarai di kawasan Senayan.
Aryono menuturkan, pengaruh pastinya ada terkait komen negatif. Namun, dia melihat dari sisi positif. “Ya sebetulnya kan netizen ingin hasilnya bagus. Karena biasa lah kalau bagus kita dipuji, kalau jelek kita dicela,” ucapnya.
Oleh sebab itu, pria yang saat ini menjadi technical advisor di PB Djarum itu berharap pemain bisa memiliki mindset yang baik. “Jadi ambil positifnya saja, jadi penyema-ngat buat kita,” katanya.
Aryono masih sering menyaksikan anak didiknya di Pelatnas dan juga perkembangan badminton dunia di YouTube. Menurutnya penting baginya melihat bagaimana peta persaingan dan perubahan gaya main untuk diaplikasikan ke pemain muda.
Perihal prestasi, dia merasa masih perlu penyesuaian pelatih baru. “Kalau main kurang lebih sama. Karena lawan pun mungkin sudah tahu kelemahan dari pemain kita. Dari kita harus menyia-satinya dengan evaluasi pemain dan pelatih,” ujarnya
Aryono menceritakan saat memegang ganda putra Pelatnas. Sebelumnya Aryono mejabat sebagai asisten pelatih Herry Iman Pierngadi. Namun, Herry dipindahkan ke ganda campuran. “Waktu pertama kali di ganda putra, saya langsung split,” ucapnya.
Dia melihat karakter permainan Bagas Maulana dengan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin dengan M Shohibul Fikri yang dinilai cocok. Sebelumnya Leo berpartner dengan Daniel dan Bagas dengan Fikri.
“Karena melihat tipe permainan mereka kurang lebih sama. Jadi perlu adaptasi sedikit lah,” ujarnya.
Kini, Fikri sementara bakal diduetkan dengan Fajar Alfian karena Daniel masih dalam tahap pemulihan dan Rian ada urusan keluarga.
“Memang pasangan dadakan. Jadi mereka akan main enjoy, mungkin prestasi bisa bagus, karena tidak ada beban,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ryan agung