Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menggulirkan program penataan infrastruktur jalan untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas dan keselamatan berkendara. Salah satu fokusnya adalah pembangunan jalur khusus untuk sepeda, kendaraan roda dua, Bus Rapid Transit (BRT), truk, hingga halte bus.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat teknis sebelumnya terkait pengembangan jaringan jalan dan ruang terbuka hijau yang terintegrasi di kawasan kota.
“Ini kelanjutan dari pembahasan sebelumnya soal pembangunan jalan dan taman, dimatangkan lebih lanjut,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, belum lama ini.
Dalam paparannya, Pemko Batam menyoroti pentingnya pembangunan marka jalan sebagai elemen utama keselamatan lalu lintas. Warna marka yang akan digunakan adalah kuning dan putih, untuk membedakan fungsi lajur secara tegas.
Untuk jalur sepeda, Pemko mengusulkan penempatan di kawasan pusat kota. Salah satu rute yang dibahas yakni dari Dataran Engku Putri menuju kawasan wisata Ocarina, yang dinilai memiliki trotoar cukup lebar dan layak dimanfaatkan.
Selain aspek lalu lintas, penataan taman jalan juga menjadi bagian integral dari program ini. Pemerintah merencanakan penanaman bunga bougainvillea selebar satu meter di median jalan, serta pemasangan border sebagai pengarah. Bahu jalan akan dipercantik dengan tanaman berbunga aneka warna untuk memperindah wajah kota.
“Penataan marka jalan, jalur sepeda, taman, dan lampu PJU akan kita integrasikan agar pengguna jalan merasa nyaman dan aman,” tambah Jefridin.
Rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan yang direncanakan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
“Sebelum rapat berikutnya, kami minta seluruh bahan presentasi dari perangkat daerah sudah dikumpulkan. Agar saat rapat, kita langsung bahas pematangan rencana infrastruktur jalan ini secara menyeluruh,” tegas Jefridin. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK