Buka konten ini
JERUSALEM (BP) – Israel tidak henti-hentinya menebarkan kekejaman ke kawasan sekitarnya. Setelah menyerang Iran dengan alasan yang jauh dari konkrit, Negeri Yahudi itu terus membombardir Jalur Gaza, Palestina.
Marwan al-Sultan, direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, turut menjadi korban kebrutalan negeri Zionis tersebut. Pilunya lagi, ia meninggal bersama dengan istri dan anaknya.
Termasuk sebagai dokter senior yang dikenal sebagai ahli jantung, setidaknya sudah 70 petugas kesehatan tewas di Gaza dalam 50 hari terakhir akibat gempuran Israel. ”Pembunuhan dokter Marwan al-Sultan oleh militer Israel adalah kehilangan besar bagi Gaza dan seluruh komunitas medis, pasti berdampak buruk pada sistem perawatan kesehatan Gaza,” kata Direktur Healthcare Workers Watch Muath Alser, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (3/7).
Sebelumnya Marwan sempat menyampaikan kesulitan yang dihadapi RS Indonesia. Korban sipil yang terus berdatangan membuat mereka kewalahan akibat minimnya tenaga medis dan persediaan obat serta perlengkapan medis.
Menurut data PBB, total petugas kesehatan yang telah kehilangan nyawa dalam serangan militer yang dimulai sejak Oktober 2023 hingga sekarang melebihi 1.400 orang. Selain yang meninggal, ada juga tenaga medis yang meng-huni penjara Israel.
MedGlobal, lembaga swadaya masyarakat medis yang berbasis di Amerika Serikat, menyatakan, bahwa mereka meyakini lebih dari 300 staf medis berada di penjara Israel. Di antara mereka ada Direktur RS Kamal Adwan Hussam Abu Safiya yang ditahan sejak Desember 2024.
Berbagai Pihak Mengecam
Indonesia mengutuk keras serangan biadab Israel yang menewaskan Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr Marwan Al-Sultan, pada Rabu (2/7). Dikutip dari Al Jazeera kemarin, salah satu anak dokter Sultan yang berhasil selamat, Lubna Al-Sultan, mengatakan, sebuah rudal F-16 tiba-tiba meledak di rumahnya.
Rudal tersebut benar-benar menargetkan sang ayah. “Hanya kamar ayah yang hancur lebih parah,” katanya.
Ia menegaskan, sang ayah tidak pernah berafiliasi dengan gerakan apa pun. “Selama ini yang ia urusi hanya soal kesehatan dan pasien yang ia rawat selama perang,” katanya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan serangan Israel terhadap warga sipil dan tenaga medis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
“Pemerintah Indonesia mengecam serangan Israel terhadap warga sipil dan tenaga medis,” ujarnya dalam keterangannya resminya, kemarin.
Dukungan untuk Iran-Palestina
Pada bagian lain, sejumlah masyarakat Indonesia menyatakan dukungan untuk Iran. Itu terlihat dari antusiasme mereka untuk datang menandatangani petisi solidaritas korban serangan Israel, baik di Iran maupun Palestina.
Acara penandatanganan petisi ini digelar langsung di kediaman Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Kamis (3/7) petang. Dubes Mohammad Boroujerdi pun mengapresiasi pemerintah Indonesia maupun masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan ketika Iran dalam situasi yang sulit.
“Kami menerima begitu banyak pesan simpati dan solidaritas dari masyarakat Indonesia berbagai golongan,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG